Reaksi Puan Usai Jokowi Tegas Ingatkan 'Kesabaran Ada Batasnya'
Ketua DPP PDIP Puan Maharani meminta agar hal-hal yang memecah belah bangsa disudahi.
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sempat geram karena disebut mengirim utusan ke PDIP. Ketua DPP PDIP Puan Maharani meminta agar hal-hal yang memecah belah bangsa disudahi.
"Jadi sudahi hal-hal yang kemudian hanya membuat kita ini terpecah belah. Sudahi hal-hal yang membuat kita ini kemudian hanya berkutat dengan hal-hal yang kemudian membuat kita itu saling berprasangka," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (17/3).
Puan menilai, banyak masalah bangsa yang perlu dicermati dan sinergi antarelemen bangsa sangat dibutuhkan
"Bangsa ini perlu kita bangun, enggak bisa sendirian. Bangsa ini harus kita bangun bersama-sama jadi semua yang mempunyai kontribusi yang mempunyai pemikiran baik untuk bangsa ini ya. Marilah ayo kita sama-sama bangun bangsa ini dengan pemikiran positif ke depan," ucap Puan.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk berpikir positif. Apalagi, saat ini di bulan Ramadan saat ini.
"Ini di bulan Ramadan bulan yang penuh berkah marilah kita berpikir positif dan kemudian ayo kita sama-sama bangun bangsa ini bersama-sama dengan berpikiran positif," imbuh dia.
Sebelumnya, Jokowi menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus terkait adanya utusan yang mendatangi partai dan meminta agar dirinya tak dipecat. Jokowi menegaskan tak ada utusan seperti dinyatakan PDIP.
Jokowi terlihat geram saat menanggapi hal itu. Dia menuturkan bahwa dirinya selalu diam selama ini. Namun dia mengingatkan bahwa diamnya ada batas.
"Saya tuh dah diam lho ya. Difitnah saya diam, dicela saya diam, dijelekkan saya diam. Dimaki-maki saya diam, saya ngalah terus lho. Tapi ada batasnya," kata Jokowi di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Jumat, (14/3).
Sebelumnya, Deddy menyebut sempat ada utusan yang menemui partai sehari sebelum PDIP memutuskan untuk memecat Jokowi sebagai kader. Menurutnya, utusan tersebut meminta agar PDIP tidak memecat Jokowi, sementara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto harus mundur.