PDIP Soroti Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Singgung Harga Sembako Melambung Tinggi
PDIP mencontohkan dampak pada pengusaha tahu dan tempe.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang kini telah menyentuh angka hampir Rp17.900 per dolar AS. Djarot kembali menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang menyebut rakyat desa tidak mengenal dolar.
"Kalau rakyat desa tidak terdampak langsung ya karena dia tidak menggunakan dolar, iyalah. Tapi lihat harga-harga sekarang, melambung tinggi," ujar Djarot di kawasan Jakarta Utara, Sabtu (30/5).
Djarot mencontohkan dampak pada pengusaha tahu dan tempe. Dia menyebut, kenaikan dolar akan berujung meroketnya harga kedelai impor, yang menjadi bahan baku utama tempe.
"Pengusaha tahu dan tempe itu menjerit karena harga kedelai naik. Kalau terus-terusan seperti ini, mereka bisa tutup. Jadi artinya, harga dolar naik itu sangat berpengaruh kepada kenaikan harga kebutuhan pokok rakyat," tegas dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta menilai, merosotnya nilai tukar rupiah justru sangat berdampak ke rakyat bahkan di semua kalangan.
"Secara tidak langsung rakyat desa pasti terdampak, Anda terdampak, kita semuanya terdampak. Jadi ya biar Presidenlah bisa menjelaskan apa maknanya dolar naik rakyat desa tidak terdampak," pungkasnya.