Pelatih Kecewa Berat Tunisia Dibantai Swedia di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Lamouchi menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan sepanjang pertandingan.
Pelatih tim nasional Tunisia, Sabri Lamouchi, mengaku sangat terpukul setelah timnya menelan kekalahan telak dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Senin WIB itu berakhir dengan hasil yang jauh dari harapan Tunisia.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan berat bagi Tunisia yang datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif sepanjang babak kualifikasi.
"Memulai turnamen dengan kekalahan sebanyak ini tentu sangat sulit," kata Lamouchi seusai pertandingan, seperti dikutip dari laman FIFA.
Lamouchi menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan sepanjang pertandingan. Menurut pelatih asal Prancis itu, kesalahan-kesalahan tersebut berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh Swedia hingga berujung pada kekalahan telak.
Ia menegaskan bahwa kesalahan mendasar seperti yang terjadi dalam laga tersebut seharusnya tidak muncul di ajang sebesar Piala Dunia.
Menurut Lamouchi, para pemain Tunisia juga gagal menjaga fokus dan konsentrasi ketika menghadapi tekanan serta kualitas permainan lawan yang tampil lebih efektif.
Minta Pemain Segera Bangkit
Meski kecewa dengan hasil yang diraih, Lamouchi meminta anak asuhnya untuk tidak larut dalam keterpurukan. Ia berharap para pemain segera melupakan kekalahan tersebut dan mengalihkan fokus pada dua pertandingan tersisa di fase grup.
Peluang Tunisia untuk lolos ke babak berikutnya masih terbuka, namun mereka harus mampu meraih hasil maksimal pada laga-laga selanjutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Swedia langsung menunjukkan dominasinya sejak peluit awal dibunyikan. Tim asuhan Graham Potter membuka keunggulan cepat melalui Yasin Ayari pada menit ketujuh.
Keunggulan Swedia kemudian bertambah lewat gol Alexander Isak pada menit ke-30, membuat Tunisia berada dalam tekanan besar.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Omar Rekik menjelang turun minum, sehingga membuka harapan untuk bangkit pada babak kedua.
Namun harapan tersebut tidak bertahan lama. Swedia kembali menunjukkan ketajamannya melalui gol Viktor Gyokeres dan Mattias Svanberg. Yasin Ayari kemudian melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol kedua sekaligus memastikan kemenangan besar bagi timnya.
Akhiri Catatan Solid Tunisia
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri catatan pertahanan solid Tunisia yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan utama mereka sepanjang babak kualifikasi.
Kini, Lamouchi dan skuad Tunisia dituntut segera melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin menjaga asa melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dengan dua pertandingan grup yang masih tersisa, Tunisia tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin.