Jokowi Bersiap Maju jadi Ketum PSI, Begini Reaksi PDIP
PDIP bereaksi atas rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Politikus PDIP Aria Bima menegaskan, partainya tak ikut mencampuri rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
"PDI menyalonkan siapa kan internal PDI, tidak dicampuri. PSI punya independensi untuk memutuskan siapa pun, itu hak setiap organisasi," kata Aria Bima, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu malam, (14/6).
Dia mengatakan, semua keputusan partai secara internal merupakan hak otonomi dan berdaulatnya dalam organisasi. PDIP menghormati setiap proses di partai lain.
"Kongres partai kita hormati, kita menghormati seluruh partai di Indonesia ini untuk memberikan semacam pengabdian kepada bangsa lewat demokratisasi," ujar Aria.
Dia berharap kongres PSI sebagai instrumen pemilihan ketua umum (ketum) itu harus menjadi penguat demokrasi.
"Kita harapkan kongres psi juga menjadikan instrumen penguatnya demokrasi dan menguatnya berbagai hal yang menyangkut dinamika nasional," imbuh dia.
Jokowi Bersiap Maju
Sebagai informasi, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyiratkan kemungkinan bakal maju sebagai kandidat Ketum PSI. Dia mengatakan hal itu masuk dalam perhitungannya.
"Iya masih dalam kalkulasi, jangan sampai kalau saya maju malah kalah," kata Jokowi.