Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) digadang-gadang menjadi calon ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menanggapi ini, politisi PDIP Guntur Romli menegaskan, sejak dipecat PDIP, Jokowi bebas menentukan pilihan politiknya.
"Sejak Jokowi dipecat oleh PDI Perjuangan maka bebas menentukan pilihan politiknya sendiri," kata Romli kepada wartawan, Selasa (20/5).
Romli tak khawatir bila jika Jokowi jadi ketum PSI, basis PDIP di akar rumput akan dibajak. Menurutnya, PDIP memiliki pemilih ideologis dan tak bisa dibujuk dengan iming-iming bantuan sosial.
"PDI Perjuangan memiliki pemilih yang ideologis terhadap Bung Karno, Ibu Megawati dan Partai, bukan pemilih transaksional yang bisa dibujuk pindah pilihan hanya dengan iming-iming bansos saja," pungkasnya.
Advertisement
Diberitakan, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi membuka pendaftaran untuk posisi Ketua Umum PSI, menggantikan Kaesang Pangarep. Menariknya, Wakil Ketua PSI Andy Budiman menyebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun bisa ikut mendaftar, jika memenuhi syarat yang ditetapkan partai.
Jokowi menanggapi santai pernyataan Andy Budiman. Meski demikian dia belum secara tegas menyampaikan apakah akan ikut dalam pemilihan tersebut. Kalkulasi masih dilakukan agar jika maju tidak kalah dalam pertarungan.
"Ya masih dalam kalkulasi. Jangan sampai kalau nanti misalnya saya ikut, saya kalah," ujar Jokowi di Solo, Rabu (14/5).
Sementara, Ketua Fraksi PSI DPRD Jakarta William Aditya Sarana menyatakan setuju dengan masuknya nama Jokowi menjadi kandidat calon Ketum PSI.
“Pak Jokowi yang kerja nyatanya sudah kami rasakan sejak menjadi Gubernur DKI Jakarta patut menjadi calon Ketua Umum PSI," kata William dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/5).
William menyatakan Jokowi juga sudah memberikan kontribusi salah satunya menggagas 'Partai Super Terbuka' yang menginspirasi PSI menyelenggarakan Pemilihan Raya ini.
"Wajar apabila kader PSI memberikan tempat yang istimewa baginya di sini," ujarnya
Selain Jokowi, nama Ketum PSI petahana Kaesang Pangarep disebut pada saat yang bersamaan dalam diskusi yang berlangsung di internal partai.
"Nama Mas Kaesang juga turut disebut dalam diskusi internal partai kami. Ia juga diharapkan bisa melanjutkan kepemimpinannya yang sudah baik ini ke depan," kata dia.