Sinyal Jokowi Merapat ke PSI, PDIP: Silakan Saja
Guntur meragukan kemungkinan Jokowi benar-benar akan masuk ke PSI.
Isyarat Presiden Joko Widodo (Jokowi) bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin kuat. Terlebih, PSI akan berganti nama dan mengusung konsep partai super terbuka, sebuah gagasan yang disebut-sebut berasal dari Jokowi.
Menanggapi hal ini, politisi PDI Perjuangan (PDIP) Guntur Romli mengatakan bahwa partainya tidak mempermasalahkan jika Jokowi memilih bergabung dengan PSI.
"Jokowi sudah tidak ada hubungan dengan PDI Perjuangan, sudah dipecat. Jadi, silakan saja kalau mau bergabung dengan partai apa pun," ujar Guntur saat dikonfirmasi, Kamis (27/3).
PDIP Ragukan Jokowi Bergabung ke PSI
Meskipun demikian, Guntur meragukan kemungkinan Jokowi benar-benar akan masuk ke PSI. Menurutnya, Jokowi tidak memiliki rekam jejak dalam membangun atau merawat partai politik.
"Kalau saya meragukan Jokowi gabung dengan PSI, karena dia tidak punya sejarah membesarkan dan merawat partai. Dia hanya mau enaknya saja, memanfaatkan kekuasaan. Sementara yang bekerja keras membangun struktur partai adalah Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Guntur.
Sinyal kedekatan Jokowi dengan PSI semakin mencuat setelah Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, mengumumkan rencana perubahan besar dalam partainya.
PSI Siap Bertransformasi Menjadi Partai Super Terbuka
PSI berencana menggelar kongres partai pada akhir Mei tahun ini. Dalam acara tersebut, PSI akan meresmikan konsep partai super terbuka yang diusungnya.
"Insyaallah kami akan menuju partai super terbuka di kongres di akhir Mei nanti di Kota Solo," kata Kaesang saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, usai melepas pemudik dalam program Mudik Asik Bareng PSI, Selasa (25/3).
Lebih lanjut, Kaesang menjelaskan bahwa konsep partai super terbuka memungkinkan ketua umum dipilih langsung oleh anggota partai.
"Ketua umum dipilih langsung anggotanya," ungkapnya.