Keliling Daerah, Jokowi Minta Tak Disambut Seperti Pejabat
Pada tahap awal, kunjungan akan dilakukan Jokowi ke 3 provinsi.
Sejumlah kelompok relawan Jokowi mendatangi kediaman Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Rabu (3/6). Mengenakan pakaian kemeja putih dan bawahan koordinator relawan datang bergantian. Mereka harus mengantri dengan ratusan pengunjung sebelum bertemu ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mantan anggota DPR Fraksi Partai NasDem Zulfan Lindan yang juga hadir bersama Ketua Umum YouTuber Nusantara, pendukung garis keras Jokowi, Agri Fanani mengungkap isi pembicaraan dengan mantan Wali Kota Solo. Perbincangan menyinggung soal rencana Jokowi untuk keliling daerah.
Selain menanyakan kondisi kesehatan, kesiapan berkeliling daerah kepada Jokowi, Zulfan juga mengusulkan agar penyambutan di daerah tidak dilakukan berlebihan, seperti layaknya pejabat. Usulan tersebut disambut baik Jokowi.
"Kita bertanya apakah bapak cukup mantab dari segi kesehatan, kebugaran, untuk datang ke daerah daerah nanti. Dan kita harapkan kawan-kawan daerah menyambut bapak," ujar Zulfan seusai bertemu Jokowi.
"Dan bapak jangan disambut seperti pejabat. Sambutlah beliau sebagai rakyat juga, jadi biar membaur. Kalau nanti seperti pejabat kan, repot kan. Rakyat mau salaman enggak bisa, minta foto enggak bisa. Tadi pak Jokowi ya menyambut, yang paling baik ya seperti itu," imbuh dia.
Sementara Ketua Umum Relawan Jokowi untuk Prabowo Gibran (ReJO), Damrizal menambahkan, saat ini Jokowi sudah menjadi rakyat biasa. Jokowi juga banyak dikunjungi ratusan warga dari berbagai penjuru tanah air, bahkan dari manca negara setiap harinya.
"Nah beliau ingin membalas kunjungan itu sebagai silaturahmi kerakyatan," kata Damrizal.
Damrizal juga menyampaikan keinginan Jokowi agar tidak disambut seperti pejabat saat tiba berkunjung ke daerah.
"Ya kan pak Jokowi tidak lagi pejabat. Pak Jokowi tidak lagi perlu disambut secara formal. Beliau ingin datang sebagai rakyat bertemu dengan rakyat yang notabene adalah saudara saudara kita sesama rakyat. Beliau kan tidak lagi dengan simbul simbul negara, simbul simbul presiden. Kan sudah selesai," ucap dia.
Damrizal juga tidak mempermasalahkan adanya kelompok yang mengaitkan kunjungan Jokowi ke daerah dengan agenda politik. Dia memastikan bahwa politik yang diusung Jokowi adalah politik kebangsaan.
"Yang pasti politiknya adalah politik kebangsaan. Politik kebangsaan, bagaimana Indonesia ini dapat mencapai target menjadi negara kuat, Indonesia 2045 itu," tandasnya.
"Tidak lebih dari itu, kunjungan untuk bertemu dengan saudara saudara kita yang telah berkunjung kesini dan mengundang beliau untuk bertemu di kampung masing-masing," kata dia.
Pada tahap awal, lanjut dia, kunjungan akan dilakukan ke 3 provinsi. Yakni Jawa Barat, Lampung dan NTT. Setelah itu baru akan dilihat lagi untuk memenuhi undangan berikutnya.
Damrizal mengaku membahas banyak hal saat pertemuan dengan Jokowi. Namun pada intinya, sebagai relawan pihaknya akan setia, tegak lurus kemanapun Jokowi akan diikuti.