Namanya Disebut Nadiem saat Pembacaan Pledoi, Jokowi Bilang "Dia Orang Baik"
Mantan Presiden RI itu bahkan memberikan penilaian positif terhadap sosok Nadiem yang pernah menjadi menteri di kabinet pemerintahannya.
Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan apresiasi kepada sejumlah mantan presiden saat membacakan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Dalam pembelaannya, Nadiem menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Jokowi Tanggapi Santai Penyebutan Namanya
Menanggapi penyebutan namanya dalam pleidoi tersebut, Jokowi memberikan respons santai saat ditemui di kediaman pribadinya di Sumber, Solo.
Mantan Presiden RI itu bahkan memberikan penilaian positif terhadap sosok Nadiem yang pernah menjadi menteri di kabinet pemerintahannya.
"Ya yang saya tahu pak Menteri Nadiem Makarim orang baik," ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat dimintai tanggapan mengenai pleidoi Nadiem yang turut menyinggung sejumlah tokoh nasional, termasuk dirinya.
Jokowi: Semua Program Berasal dari Presiden
Saat ditanya apakah langkah dan kebijakan yang dijalankan Nadiem selama menjabat Mendikbudristek telah sesuai dengan arahan presiden, Jokowi tidak membantah hal tersebut.
"Ya semua kebijakan, semua program itu semua dari presiden," tukasnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa berbagai program strategis kementerian pada dasarnya merupakan bagian dari kebijakan dan arah pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Nadiem Sebut Digitalisasi Pendidikan Merupakan Mandat Presiden
Dalam sidang Tipikor tersebut, Nadiem juga menyinggung peran Presiden Jokowi terkait program digitalisasi pendidikan yang dijalankan selama dirinya menjabat sebagai Mendikbudristek.
Menurut Nadiem, kebijakan digitalisasi sekolah, termasuk pengalokasian anggaran untuk pengadaan laptop Chromebook, merupakan bagian dari pelaksanaan mandat yang diberikan kepadanya oleh Presiden.
Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak lahir secara mandiri, melainkan merupakan implementasi dari visi, arahan, dan mandat yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pemerintah.
Nadiem menyatakan bahwa program digitalisasi pendidikan dijalankan sebagai upaya mempercepat transformasi sistem pendidikan nasional melalui pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah.