Nadiem Makarim
Berita Utama
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Dilantik Prabowo Jadi Wamenko Pangan, Segini Jumlah Kekayaan Hanif Faisol
-
Segini Jumlah Harta Kekayaan Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresiden yang Baru Dilantik Prabowo
-
Harta Abdul Kadir Karding Kepala Barantin yang Baru Dilantik Presiden Prabowo Tembus Rp16,1 Miliar
-
Profil Dudung Abdurachman, Pensiunan Jenderal TNI yang Dilantik Prabowo Jadi Kepala Staf Kepresidenan
-
Mengenal Hanif Faisol, Doktor Kehutanan yang Ditunjuk sebagai Wamenko Pangan
Berita Utama Lainnya
-
-
-
berita update Nadiem Singgung Penggunaan Windows Tak Pernah Dipersoalkan: Berubah Jadi Chrome Tiba-Tiba Dipermasalahkan
-
-
berita update Eks Pejabat Kemendikbud Mengaku Belum Pernah Komunikasi dengan Nadiem, Pengadaan Chromebook Ikut Instruksi Stafsus
-
berita update Strategic Partner Manager Google for Education Besaksi dalam Sidang, Ini Harapan Nadiem
-
berita update Sidang Terbaru Kasus Nadiem, Eks Pejabat Kemendikbud Mengaku Terima USD 7.000 dari Vendor Chromebook
-
-
buronan Saksi Sebut Eks Stafsus Nadiem, Jurist Tan, sebagai 'The Real Menteri' dalam Kasus Korupsi Chromebook
-
chromebook Sidang Dugaan Korupsi Chromebook: Penasihat Hukum Sebut Saksi Tak Pernah Berinteraksi dengan Nadiem
Kuasa hukum Nadiem Makarim meminta majelis hakim membebaskan kliennya dari tahanan. Mereka menilai dakwaan jaksa tidak cermat dan pengadilan tak berwenang.
Nadiem Makarim menyatakan lonjakan LHKPN 2022 murni akibat kenaikan harga saham GoTo saat IPO. Saat harga saham turun, total hartanya ikut merosot.
Nadiem menilai Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum disusun secara tidak cermat, tidak jelas, tidak lengkap, serta tidak memenuhi ketentuan hukum acara pidana.
Nadiem mengetahui hal tersebut dari paparan Konsultan Teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief alias Ibam dan tim teknologi pada 21 Februari 2020.
Nadiem didakwa melakukan korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp2,18 triliun.
JPU menduga Nadiem telah menerima uang sebesar Rp809,59 miliar yang berasal dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (PT AKAB) melalui PT Gojek Indonesia.
Kuasa hukum Ibrahim Arief membantah keras keterlibatan kliennya dalam pertemuan dengan Google terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek.
Penasihat hukum Nadiem Makarim membantah keras tudingan penerimaan uang Rp809,59 miliar dan keterlibatan dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook, menjelaskan transaksi sebagai murni korporasi internal.
Jaksa menyampaikan bahwa Nadiem Makarim selaku mantan Mendikbud Ristek pernah memimpin rapat dengan cara yang tidak lazim.
Jaksa menyebut Nadiem mundur dari Gojek usai ditunjuk jadi menteri untuk kamuflase konflik kepentingan.