Gerak Cepat Polisi, Pelaku Pembacokan Seorang Pria di Cengkareng Ditangkap
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian.
Seorang pria berinisial AH (19) tewas setelah menjadi korban pembacokan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan mengungkap motif di balik kejadian tragis tersebut.
Peristiwa pembacokan tersebut terjadi di Jalan Pedongkelan Belakang, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (4/5/2026) siang pukul 13.40 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengatakan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku berinisial RS pada Senin (4/5/2026) malamnya.
"Benar, terduga pelaku pembacokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di Cengkareng sudah diamankan. Pelaku ditangkap oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat," ujar Budi, Selasa (5/5/2026).
Cekcok
Dari hasil penyelidikan awal, kata Budi, peristiwa ini bermula ketika korban dan terduga pelaku terlibat sebuah cekcok, setelah motor pelaku hampir menabrak motor korban.
Perselisihan tersebut berujung kepada kekerasan kepada korban. Terduga pelaku membacok korban dengan celurit hingga langsung tersungkur di lokasi kejadian.
"Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri," katanya.
Tempat Kejadian Perkara
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, hingga menelusuri rekaman CCTV. Polisi pun berhasil melacak keberadaan terduga pelaku.
Di hari yang sama, polisi berhasil mengamankan terduga pelaku RS di wilayah Kabupaten Bogor. Setelah itu, terduga pelaku dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, seperti motor Honda Mio, satu bilah celurit, helm, dan pakaian yang dikenakan saat kejadian.
Penyidik
Budi mengatakan, hingga saat ini penyidik masih melakukan pendalaman, termasuk melengkapi administrasi penyelidikan, hingga berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional," katanya.