Harta Abdul Kadir Karding Kepala Barantin yang Baru Dilantik Presiden Prabowo Tembus Rp16,1 Miliar
LHKPN terbaru mengungkap total harta Abdul Kadir Karding mencapai Rp16,19 miliar, didominasi aset tanah dan bangunan di berbagai daerah.
Abdul Kadir Karding baru saja dilantik menjadi Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Jabatan tersebut diembannya hingga 2025.
Pada 27 April 2026, ia kembali dipanggil Istana untuk menjabat sebagai Kepala Barantin.
Lantas, berapa jumlah harta kekayaannya? Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru miliknya mengungkap total kekayaan mencapai Rp16,19 miliar.
Laporan tersebut disampaikan pada 31 Desember 2024 dalam kategori awal menjabat dan telah dinyatakan lengkap secara administratif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam dokumen tersebut, Karding yang menjabat sebagai Menteri di lingkungan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tercatat memiliki total harta sebesar Rp16.194.120.023 tanpa tercatat memiliki utang.
Mayoritas Harta
Mayoritas kekayaan Karding berasal dari aset tanah dan bangunan yang mencapai Rp14,27 miliar. Aset tersebut tersebar di sejumlah wilayah, antara lain Semarang, Pati, Demak, hingga Palu.
Beberapa properti yang tercatat di antaranya tanah seluas 3.213 meter persegi di Demak senilai Rp803 juta, serta tanah dan bangunan di Semarang dengan nilai lebih dari Rp1,1 miliar.
Selain properti, Karding juga memiliki alat transportasi dan mesin dengan nilai total Rp950 juta. Kendaraan tersebut meliputi mobil BYD tahun 2024 senilai Rp345 juta dan mobil Toyota minibus tahun 2024 senilai Rp600 juta, serta satu unit sepeda motor lama.
Sementara itu, harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp556,7 juta. Adapun kas dan setara kas yang dimiliki mencapai Rp412,8 juta. Dalam laporan tersebut, tidak terdapat kepemilikan surat berharga maupun harta lain di luar kategori yang disebutkan.