Karantina dan BBPOM Perkuat Keamanan Sumber Daya Hayati Kalsel Melalui Peningkatan Kompetensi
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan bersama BBPOM memperkuat pengawasan Keamanan Sumber Daya Hayati Kalsel dengan meningkatkan kompetensi petugas, memastikan perlindungan komoditas pertanian.
Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai Karantina Kalsel, bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memperkuat pengawasan keamanan sumber daya hayati di wilayah tersebut. Peningkatan ini dilakukan melalui program peningkatan kompetensi bagi petugas pengawasan keamanan dan mutu pangan serta pakan asal tumbuhan. Langkah strategis ini bertujuan untuk memastikan perlindungan optimal terhadap komoditas pertanian yang dilalulintaskan di Kalimantan Selatan.
Kepala Karantina Kalsel, Erwin AM Dabukke, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen lembaganya. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Hal ini penting guna memperkuat peran pengawasan terhadap keamanan sumber daya hayati di Indonesia.
Penguatan kompetensi tersebut diwujudkan melalui kegiatan In-House Training (IHT) yang diselenggarakan di Banjarmasin. Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan BBPOM Banjarbaru.
Peningkatan Kompetensi Pengawasan Pangan
Dalam pelatihan intensif tersebut, para peserta menerima pembekalan mendalam mengenai berbagai aspek pengawasan pangan. Materi yang disampaikan mencakup teknik pengambilan sampel yang akurat dan sesuai standar.
Selain itu, peserta juga dibekali dengan pengetahuan tentang prosedur pengujian laboratorium yang efektif. Mereka juga mempelajari validasi dan verifikasi metode pengujian mikrobiologi. Semua materi ini disesuaikan dengan standar dan regulasi yang berlaku.
Erwin AM Dabukke menekankan pentingnya kolaborasi dengan BBPOM. Kolaborasi ini krusial untuk memperkuat sistem pengawasan keamanan pangan secara menyeluruh. Terutama, fokus pada komoditas asal tumbuhan yang sering dilalulintaskan.
Pengawasan ini berlaku baik antarwilayah di Indonesia maupun antarnegara. Sinergi ini memastikan bahwa setiap produk yang masuk atau keluar telah memenuhi standar keamanan yang ketat.
Kolaborasi Strategis untuk Keamanan Pangan
Menurut Erwin, pengawasan keamanan pangan memerlukan keterpaduan proses yang komprehensif dan berkelanjutan. Proses ini dimulai dari pemeriksaan awal komoditas di tempat pemasukan dan pengeluaran.
Langkah selanjutnya melibatkan pengujian mutu produk di laboratorium yang terakreditasi. Keterpaduan ini memastikan bahwa tidak ada celah dalam rantai pengawasan. Dengan demikian, risiko kontaminasi atau produk tidak layak konsumsi dapat diminimalisir.
Melalui pelatihan ini, Karantina Kalsel menegaskan kesiapannya untuk mewujudkan sumber daya manusia yang profesional. Petugas diharapkan menjadi adaptif dan berkompeten tinggi di bidang karantina.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kualitas produk pertanian. Tujuannya adalah untuk melindungi konsumen dari potensi bahaya pangan.
Visi Karantina Kalsel untuk SDM Profesional
Penguatan kapasitas sumber daya manusia ini diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan. Upaya ini bertujuan untuk mendukung perlindungan sumber daya hayati nasional.
Selain itu, inisiatif ini juga berfokus pada menjaga kualitas komoditas pertanian Indonesia. Kualitas yang terjaga akan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Erwin menambahkan, peningkatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini terhadap sistem pengawasan keamanan dan mutu pangan serta pakan di Indonesia.
Dengan demikian, masyarakat dapat merasa lebih aman dan yakin terhadap produk pertanian yang mereka konsumsi. Ini adalah langkah penting menuju ketahanan pangan yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews