Menjelang perayaan Hari Raya Lebaran 2026, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) secara proaktif melaksanakan Operasi Patuh Karantina. Kegiatan ini dipusatkan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, salah satu pintu gerbang utama lalu lintas barang dan penumpang di wilayah tersebut. Tujuan utama operasi ini adalah untuk membendung potensi masuk dan tersebarnya hama serta penyakit yang dapat menimbulkan kerugian signifikan pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kalimantan Selatan.
Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan Karantina Kalsel, Priyatno, menjelaskan bahwa Operasi Patuh Karantina Kalsel ini merupakan langkah antisipasi terhadap peningkatan mobilitas masyarakat dan barang. Peningkatan aktivitas ini, yang lazim terjadi menjelang hari raya, berpotensi memicu pergerakan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, serta produk turunannya tanpa melalui prosedur perkarantinaan yang semestinya. Pengawasan ketat menjadi krusial untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati dan ekonomi daerah.
Priyatno menambahkan, momentum Lebaran identik dengan lonjakan pergerakan orang dan barang, baik melalui pelabuhan maupun bandara. Kondisi ini menuntut pengawasan yang lebih intensif guna memastikan semua komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi ketentuan dan persyaratan perkarantinaan yang berlaku. Tanpa pengawasan yang memadai, risiko penyebaran organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dan hama penyakit hewan karantina (HPHK) akan meningkat drastis.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan aktivitas perjalanan masyarakat pada periode Lebaran biasanya diikuti dengan meningkatnya lalu lintas komoditas melalui pelabuhan maupun bandara. Priyatno menegaskan bahwa kondisi ini perlu diimbangi dengan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan seluruh komoditas yang dilalulintaskan telah memenuhi ketentuan dan persyaratan perkarantinaan. Hal ini penting untuk melindungi sumber daya hayati dan ekonomi Kalsel dari ancaman hama dan penyakit.
Operasi Patuh Karantina Kalsel ini secara spesifik menargetkan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, yang merupakan salah satu titik vital dalam arus keluar masuk barang di Kalimantan Selatan. Fokus pengawasan meliputi pemeriksaan dokumen dan fisik komoditas, serta memastikan tidak ada komoditas yang masuk atau keluar tanpa melalui prosedur karantina yang ditetapkan. Upaya ini sejalan dengan komitmen Balai Karantina untuk menjaga keamanan hayati wilayah.
Priyatno menekankan bahwa momentum menjelang Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat dan barang harus diimbangi dengan pengawasan yang lebih intensif. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya pelanggaran terhadap ketentuan perkarantinaan yang dapat berakibat fatal bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan lokal. Kepatuhan terhadap prosedur karantina adalah kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan ekonomi daerah.
Advertisement
Advertisement
Selain melakukan pemeriksaan ketat terhadap dokumen dan fisik komoditas, petugas Karantina Kalsel juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat memahami pentingnya melaporkan setiap komoditas wajib periksa karantina kepada petugas sebelum dilalulintaskan. Langkah preventif ini krusial untuk memastikan komoditas yang dibawa bebas dari organisme pengganggu tumbuhan, hama, maupun penyakit hewan yang berpotensi menyebar ke wilayah lain.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, petugas berhasil menemukan bibit tanaman keladi yang dibawa oleh salah seorang penumpang tanpa dilengkapi dokumen karantina dari daerah asal. Penemuan ini menunjukkan efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Balai Karantina. Bibit tanaman yang tidak bersertifikat berisiko tinggi membawa penyakit atau hama yang dapat merusak ekosistem lokal.
Terhadap temuan tersebut, petugas segera melakukan tindakan penahanan komoditas untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan perkarantinaan yang berlaku. Priyatno menyatakan bahwa pemilik komoditas bersikap kooperatif dan memahami penjelasan petugas mengenai prosedur yang harus dipenuhi sebelum komoditas tersebut dapat dilalulintaskan. Hal ini menunjukkan pentingnya sosialisasi dan penegakan aturan secara humanis.
Advertisement
Advertisement
Operasi Patuh Karantina Kalsel ini tidak hanya melibatkan internal Balai Karantina, tetapi juga sejumlah instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini mencakup Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalsel, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Banjarmasin, Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Polsek KPL Banjarmasin, serta PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Sinergi lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan pengawasan lalu lintas komoditas di pelabuhan berjalan optimal dan terkoordinasi.
Keterlibatan berbagai pihak ini mencerminkan pendekatan komprehensif dalam menjaga keamanan hayati dan meminimalkan risiko penyebaran hama penyakit. Setiap instansi memiliki peran spesifik dalam rantai pengawasan, mulai dari aspek keamanan maritim hingga perlindungan sumber daya alam. Kerjasama ini vital untuk menciptakan sistem perkarantinaan yang kuat dan efektif di Kalimantan Selatan.
Balai Karantina Kalsel juga memastikan bahwa layanan karantina tetap dibuka selama masa libur Lebaran dan cuti bersama. Kebijakan ini diambil untuk memudahkan masyarakat yang membawa komoditas hewan, ikan, maupun tumbuhan agar tetap dapat mengurus dokumen serta pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Komitmen ini menunjukkan dedikasi Balai Karantina dalam melayani publik sekaligus menjaga integritas sistem perkarantinaan nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews