Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya terhadap kinerja tenaga kesehatan di wilayahnya. Keberhasilan ini terkait dengan penurunan kasus tengkes dan suksesnya program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di daerah tersebut. Prestasi ini menjadi sorotan utama dalam silaturahmi dengan tenaga kesehatan se-Gorontalo.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Poltekkes Kemenkes, Gubernur Gusnar secara khusus menyampaikan penghargaan. Acara ini dihadiri oleh pimpinan instansi vertikal Kemenkes, kepala dinas kesehatan, direktur rumah sakit, serta para kepala puskesmas. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat Gorontalo dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa indikator kesehatan di Gorontalo telah membaik secara signifikan. Terutama di tengah berbagai tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2025. Gubernur menekankan pentingnya peran tenaga kesehatan dalam pembangunan sumber daya manusia.
Advertisement
Advertisement
Salah satu capaian membanggakan adalah penurunan tengkes Gorontalo yang drastis. Pada tahun 2024, angka tengkes berhasil ditekan menjadi 23,8 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 3,1 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 26,9 persen.
Gubernur Gusnar bahkan secara pribadi memberikan tepuk tangan atas keberhasilan ini. Ia menyoroti fakta bahwa penurunan angka tengkes ini tercapai tanpa adanya alokasi anggaran khusus. Hal ini menggarisbawahi efektivitas strategi dan dedikasi tenaga kesehatan di lapangan.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal tetapi juga menjadi contoh nasional. Ini menunjukkan bahwa dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik, tantangan kesehatan dapat diatasi. Upaya pencegahan dan penanganan tengkes terus dioptimalkan.
Advertisement
Peran aktif dari seluruh elemen kesehatan, mulai dari pimpinan hingga petugas puskesmas, sangat krusial. Mereka bekerja keras memastikan program-program kesehatan berjalan efektif. Ini demi mencapai target kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Gorontalo.
Advertisement
Selain penurunan tengkes Gorontalo, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga mencatatkan prestasi gemilang. Pada tahun 2025, program CKG di Gorontalo dilaporkan mencapai 50,3 persen. Angka ini merupakan yang tertinggi secara nasional.
Pencapaian ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan mereka. Ini juga merupakan indikator keberhasilan sosialisasi dan pelaksanaan program oleh tenaga kesehatan. Akses terhadap layanan kesehatan dasar menjadi lebih mudah.
Gubernur Gusnar secara khusus mengapresiasi kinerja para dokter dan perawat di tingkat puskesmas. Mereka adalah ujung tombak dalam pelaksanaan program CKG ini. Dedikasi mereka memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Advertisement
Keberhasilan CKG dan penurunan tengkes adalah bukti sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan tenaga kesehatan. Mereka berupaya mewujudkan masyarakat Gorontalo yang lebih sehat dan produktif. Program ini diharapkan dapat terus ditingkatkan.
Advertisement
Gubernur Gusnar berharap agar instansi vertikal Kemenkes terus membangun komunikasi dan koordinasi. Instansi tersebut meliputi Poltekkes, BBPOM, dan Badan Karantina Kesehatan (BKK). Kolaborasi ini penting untuk mencapai tujuan kesehatan yang lebih luas.
Sinergi antara instansi pusat dan daerah, termasuk dinas kesehatan kabupaten/kota, sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh. Ini akan memastikan program-program kesehatan berjalan optimal.
Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi fokus utama pemerintah Gorontalo. Kesehatan yang baik adalah fondasi penting untuk mencapai tujuan tersebut. Tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam proses ini.
Advertisement
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Gusnar juga mengkampanyekan rencana pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga pembangunan spiritual dan sosial.
Sumber: AntaraNews