Jabat Gubernur Jakarta, Kekayaan Pramono Anung Tembus Rp114,5 Miliar dan Punya Utang Rp616 Juta
Laporan tersebut dia sampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 April 2025.
Total kekayaan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tembus Rp114.518.499.429 atau lebih dari Rp114,5 miliar di tahun pertamanya menjabat sebagai orang nomor satu di Jakarta.
Laporan tersebut dia sampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 10 April 2025, sebagai bagian dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) khusus untuk awal masa jabatan. Laporan itu juga telah dinyatakan lengkap secara administratif.
Dalam LHKPN terbaru, Pramono tercatat memiliki tanah dan bangunan senilai Rp35,42 miliar yang tersebar di sejumlah kota, antara lain di Jakarta Selatan, Buleleng, Bali, Bekasi, Kediri, dan Bogor.
Dia juga mempunyai tiga alat transportasi mewah senilai Rp4,24 miliar. Rinciannya, Mercedes-Benz EQS 2023 senilai Rp3,08 miliar, Toyota Alphard 2023 seharga Rp900 juta, dan MINI Cooper (2007) Rp175 juta, serta Mitsubishi Outlander (2013) senilai Rp85 juta.
Pramono juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp19,13 miliar, surat berharga senilai Rp37,25 miliar, kas dan setara kas senilai Rp19,07 miliar.
Punya Utang Rp616 Juta
Dalam laporan tersebut, Pramono juga tercatat memiliki utang sebesar Rp616,87 juta. Setelah dikurangi utang, total harta kekayaan bersih Pramono Anung mencapai Rp114,5 miliar.
Dibandingkan laporan tahun sebelumnya saat Pramono masih menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, kekayaannya saat ini meningkat sekitar Rp10 miliar.
Pasalnya, mengutip LHKPN yang disampaikan ke KPK pada 18 Maret 2024 untuk periode 2023, total harta Pramono ialah Rp104.285.030.477 atau Rp104,28 miliar. Dari laporan kekayaan itu, Pramono tercatat tidak memiliki utang.