Pemprov DKI Siapkan Obligasi Daerah untuk Hadapi Tekanan Ekonomi Global
Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga keberlanjutan proyek strategis di tengah tekanan ekonomi global serta keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mempertimbangkan penerbitan obligasi hingga sukuk daerah sebagai alternatif sumber pembiayaan pembangunan di ibu kota. Kebijakan tersebut disiapkan untuk menjaga keberlanjutan proyek strategis di tengah tekanan ekonomi global serta keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Menurut Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin wacana tersebut muncul usai pimpinan dewan bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (19/5/2026).
"Pak Gubernur menyampaikan bahwa jika memungkinkan, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan obligasi atau sukuk daerah," kata Khoirudin.
Penerbitan Obligasi
Ia mengatakan, pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 akan digelar pekan depan. Khoirudin menyebut bahwa penerbitan obligasi maupun sukuk daerah dipertimbangkan sebagai bagian dari skema creative financing untuk mendukung pembangunan Jakarta.
"Sebab, setiap tahun dalam pembahasan anggaran, pendapatan selalu lebih kecil dibandingkan belanja. Untuk menyiasati hal tersebut, akan dipertimbangkan berbagai skema creative financing," jelasnya.
Khoirudin menjelaskan, skema tersebut nantinya juga diharapkan dapat membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan Jakarta melalui instrumen investasi daerah.
"Skema ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat yang memiliki tabungan atau dana investasi untuk ikut berinvestasi dalam pembangunan Jakarta," ucapnya.
Penerbitan Obligasi
Meski begitu, Khoirudin menyampaikan rencana penerbitan obligasi atau sukuk daerah itu masih sebatas opsi dan belum diputuskan secara final. Pembahasan lebih lanjut masih akan dilakukan dalam rapat RKPD mendatang, termasuk terkait struktur anggaran dan pagu indikatif APBD.
"Itu masih sebatas opsi dan belum diputuskan. Ini baru wacana," katanya.