Harapan Ibu Aktivis Kemanusiaan ke Presiden Prabowo Usai Anaknya Ditangkap Israel
Ia berharap Presiden Prabowo bisa berkomunikasi dengan Israel melalui Board of Peace (BoP).
Seorang aktivis kemanusian asal Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bernama Andi Angga Parasadewa (32) menjadi salah satu yang ditangkap oleh pasukan Israel.
Sang ibunda Sutrawati Kaharuddin (52) meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk bisa dibebaskan.
Ia berharap Presiden Prabowo bisa berkomunikasi dengan Israel melalui Board of Peace (BoP) yang di dalamnya ada Amerika Serikat.
"Saya meminta tolong kepada pemerintah bapak presiden bapak Prabowo untuk menyelamatkan rakyatnya anak saya Angga," ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/5).
Sutrawati menjelaskan anaknya ikut dalam rombongan SUMUD Flotila karena tergabung dalam Lembaga Kemanusiaan Rumah Zakat. Lembaga ini, kata Sutrawati, hendak membawa bantuan kemanusiaan untuk Palestina.
"Saya minta tolong agar di selamatkan karena anak saya bukan teroris. Anak saya ini kan hanya membawa bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan. Jadi saya mohon sekali bapak presiden selamatkan anak saya," kata dia.
Sutrawati menjelaskan anaknya berangkat menuju Gaza melalui jalur laut dari Marmaris Cruise Port, Turki, bersama puluhan kapal lain yang tergabung dalam misi kemanusiaan Internasional.
“Anak saya itu kan berangkat ke Gaza lewat jalur laut dari Turki di Marmaris (Cruise Port), terus ada 56 kapal, infonya begitu 56 kapal,” ujar Sutrawati.
Di tengah perjalanan, rombongan kapal disebut mendapat gangguan sebelum mencapai wilayah perairan tujuan.
“Di perjalanan itu sebelum sampai di 250 mil dari laut itu, itu ada (kabar ditangkap) di ini sama zionis Israel,” ucapnya.
Chat WhatsApp Tak Dibalas
Sutrawati mengaku mulai dihantui rasa khawatir setelah pesan WhatsApp yang dikirim kepada anaknya tak lagi mendapat balasan. Ia mengatakan komunikasi terakhir terjadi sekitar pukul 15.00 WITA.
“Waktu putus kontak saya itu jam 3 sore, sudah centang 1 WhatsAppnya. Dan itu saya mulai curiga di situ, saya sudah khawatir,” tukasnya.
Sebelum komunikasi terputus, ia sempat mengingatkan Andi Angga agar terus berdoa dan memperbanyak istighfar selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut.
“Saya bilang, kakak (Andi Angga) bahwa bunda khawatir, kakak hati-hati di sana, istighfar terus,” ungkapnya.
Biasanya, kata Sutrawati, pesan tersebut selalu dibalas putranya.
“Tapi itu sudah tidak ada lagi jawabannya, waktu itu sudah centang 1 WhatsApp-nya jam 3 sore kemarin,” lanjutnya.
Sutrawati menyebut anaknya sempat memberi pesan kepada adiknya terkait kemungkinan terburuk selama misi berlangsung. Ia mengatakan sang anak telah memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi di tengah perjalanan menuju Gaza.
“Dia pesan sama adiknya, dia bilang nanti sampaikan ke bunda ya kalau ini jangan kaget, kalau sudah tidak bisa dihubungi berarti saya sudah buang HP, dia buang ke laut HP-nya,” bebernya.
Tidak lama setelah komunikasi terputus, video dugaan intersepsi terhadap rombongan kapal mulai beredar di media sosial.
“Tiba-tiba langsung muncul video itu, sudah ya Allah, ini anakku sudah diculik sama ini zionis Israel,” pungkasnya.
Konfirmasi Rumah Zakat
Melalui akun Instagram resminya, Rumah Zakat mengonfirmasi bahwa Andi Angga Prasadewa, yang berada di atas Kapal Josef dalam misi Global Sumud Flotilla, telah diintersep oleh pasukan Israel.
Saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan perkembangan informasi bersama pihak terkait.
“Mohon doa terbaik untuk keselamatan Andi Angga Prasadewa dan seluruh peserta misi kemanusiaan,” tulisnya.