KAI Sumut Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Pelecehan Seksual di Kereta Api Demi Keamanan Penumpang
PT KAI Divre I Sumatera Utara aktif melakukan sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di kereta api, memastikan kenyamanan dan keamanan penumpang dengan berbagai langkah konkret.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara bersama Komunitas Divre I Railfans baru-baru ini menggelar sosialisasi intensif. Kegiatan ini berfokus pada pencegahan pelecehan seksual di perjalanan KA Putri Deli relasi Medan-Tanjungbalai.
Inisiatif ini bertujuan utama untuk menciptakan lingkungan transportasi publik yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan kereta api tanpa terkecuali. Langkah preventif ini diambil guna meminimalisasi potensi insiden tidak diinginkan.
Manajer Humas Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo Budi, menegaskan komitmen KAI dalam menjaga keamanan penumpang. Sosialisasi ini juga menyasar keselamatan di perlintasan sebidang di JPL 82 Stasiun Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara.
Komitmen KAI dan Sanksi Tegas bagi Pelaku Pelecehan Seksual
KAI Divre I Sumatera Utara menunjukkan komitmen penuh dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dari segala bentuk kejahatan, termasuk pelecehan seksual. Perusahaan menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku tindakan tersebut.
Sebagai bentuk tindakan tegas, KAI akan memasukkan pelaku kejahatan seksual yang terbukti bersalah ke dalam daftar hitam atau blacklist. Ini berarti pelaku tidak akan dapat menikmati layanan kereta api seumur hidup.
"Tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan seksual di kereta api. Bagi pelaku yang terbukti melakukan pelecehan seksual, NIK-nya akan diblokir seumur hidup," tegas Anwar Yuli Prastyo Budi. Pemblokiran ini memastikan pelaku tidak lagi dapat menggunakan jasa KAI.
Langkah Preventif dan Fitur Keamanan untuk Penumpang Perempuan
Meskipun sejauh ini belum ditemukan kasus pelecehan seksual di wilayah Divre I Sumut, KAI tetap mengambil langkah preventif. Tujuannya adalah untuk meminimalisasi potensi sekecil apa pun yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang.
Salah satu langkah konkret yang telah diimplementasikan adalah fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan perempuan untuk memilih kursi yang bersebelahan dengan sesama perempuan saat memesan tiket.
Anwar mengimbau para korban atau penumpang yang menyaksikan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual agar tidak ragu untuk melapor. Laporan dapat disampaikan langsung kepada petugas atau melalui nomor telepon kondektur yang tertera di setiap gerbong kereta.
Edukasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang
Selain fokus pada pencegahan pelecehan seksual, KAI Divre I Sumut bersama Komunitas Divre I Railfans juga melaksanakan sosialisasi keselamatan. Kegiatan ini dilakukan di perlintasan sebidang, khususnya di Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 82.
Sosialisasi keselamatan ini menyasar pengguna jalan di sekitar Stasiun Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara. Masyarakat diajak untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas yang ada demi keamanan bersama.
Pengguna jalan diimbau untuk berhenti sejenak sebelum melintas dan mendahulukan perjalanan kereta api. Ini adalah bagian dari upaya KAI untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan berkesan bagi seluruh masyarakat.
Sumber: AntaraNews