Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang, Banten, mengambil langkah proaktif untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Mereka mengoptimalkan normalisasi di sekitar area instalasi pengolahan air (IPA) yang berada di Sungai Cisadane. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi masalah sedimentasi yang meningkat akibat dampak musim kemarau yang berkepanjangan.
Normalisasi ini krusial untuk memastikan bahwa layanan distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan normal dan tidak terganggu. Sedimentasi yang menumpuk dapat menghambat kinerja instalasi pengolahan air, sehingga berpotensi mengurangi pasokan air bersih yang disalurkan kepada warga. Dengan demikian, langkah ini menjadi prioritas utama Perumda Tirta Benteng.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Doddy Effendi, menegaskan bahwa pemantauan dan pengerukan sedimentasi di sekitar bibir intake IPA dilakukan secara rutin oleh tim pengawas. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumda untuk menjaga kualitas dan kuantitas pasokan air, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti kemarau.
Advertisement
Advertisement
Upaya Rutin dan Tindak Lanjut Arahan Kementerian
Doddy Effendi menjelaskan bahwa pengerukan sedimentasi di sekitar bibir intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan kegiatan rutin yang diawasi oleh tim khusus. Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelancaran operasional IPA dan mencegah gangguan pada proses pengolahan air.
Lebih lanjut, Doddy mengungkapkan bahwa kegiatan normalisasi ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air (SDA). Arahan tersebut diberikan saat kementerian memantau kondisi Sungai Cisadane beberapa waktu lalu, menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap isu ini.
“Saat ini, layanan air bersih berjalan normal. Kami terus melakukan pemantauan karena musim kemarau yang di proyeksi masih berlangsung hingga bulan depan,” kata Doddy, mengindikasikan kesiapsiagaan Perumda Tirta Benteng menghadapi kemungkinan kemarau yang lebih panjang.
Advertisement
Advertisement
Menjaga Ketersediaan Air di Tengah Kemarau
Doddy Effendi tidak menampik bahwa penurunan debit air di Sungai Cisadane akibat musim kemarau pasti berdampak pada proses distribusi air ke pelanggan. Namun, ia menekankan bahwa berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan semua berjalan lancar dan pasokan air tetap terjaga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan isu kekeringan dampak kemarau yang berkembang karena distribusi air saat ini masih berjalan normal,” ujarnya, menenangkan kekhawatiran warga. Hal ini menunjukkan bahwa Perumda Tirta Benteng berupaya memberikan informasi yang akurat dan menenangkan kepada publik.
Meskipun kondisi pasokan air bersih masih aman, masyarakat tetap diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan. Penggunaan air yang efisien akan membantu menjaga cadangan air dan memastikan ketersediaan bagi seluruh pelanggan di tengah musim kemarau.
Advertisement
Advertisement
Kesiapsiagaan dan Koordinasi Layanan Darurat
Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk, Perumda Tirta Benteng telah menyiapkan armada mobil tangki air bersih. Armada ini siap diterjunkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalurkan air bersih ke daerah yang mengalami gangguan atau kekurangan pasokan.
Masyarakat yang mengalami gangguan layanan atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi call center Perumda Tirta Benteng di nomor 0811-6121-095. Saluran komunikasi ini penting untuk memastikan keluhan dan kebutuhan warga dapat ditangani dengan cepat dan efektif.
Selain itu, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang serta Dinas Lingkungan Hidup juga telah dilakukan. Kerja sama lintas sektoral ini bertujuan untuk memperkuat layanan distribusi air bersih dalam kondisi darurat, memastikan respons yang terkoordinasi dan efisien.
Advertisement
Sumber: AntaraNews