Beras Bantuan Pangan di Tuban Dikeluhkan Apek, Polisi Telusuri Dugaan Pengoplosan

Sejumlah KPM di Tuban mengeluhkan beras Bantuan Pangan berbau apek. Polisi menyelidiki, Bulog beri penjelasan.

Ahmad Adirin
Oleh Ahmad Adirin - Reporter
Beras Bantuan Pangan di Tuban Dikeluhkan Apek, Polisi Telusuri Dugaan Pengoplosan
Beras Bulog Bantuan Pangan tak sesuai standar beredar di Kabupaten Tuban. (Liputan6.com/ Ahmad Adirin)

Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Tuban mengeluhkan kualitas beras Bantuan Pangan yang disalurkan Perum Bulog. Beras yang diterima disebut berwarna kekuningan dan mengeluarkan bau apek, sehingga memunculkan dugaan pencampuran dengan beras berkualitas lebih rendah.

Satreskrim Polresta Tuban menindaklanjuti keluhan tersebut. Kepolisian turun ke lapangan untuk mendalami temuan warga sekaligus memastikan ada tidaknya pelanggaran dalam proses pengadaan maupun distribusi beras Bantuan Pangan.

Kasat Reskrim Polresta Tuban AKP Arya Widjaya melalui Kanit Tindak Pidana Ekonomi (Pidek) Ipda Febri Bachtiar Irawan memastikan langkah penyelidikan berjalan. "Pastinya kita melakukan penyelidikan dan tindak lanjut," ungkap Febri, Rabu (23/9/2026).

Febri menegaskan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan pelanggaran, termasuk dugaan pengoplosan beras medium untuk program tersebut, pihaknya akan mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku dan tidak memberi toleransi kepada pelaku. "Sejauh ini belum ada perkara yang ditangani terkait pengoplosan beras Bulog," tambah Febri. Ia juga Koordinator Satgas Ketahanan Pangan Tuban. "Kita sudah turun ke lapangan untuk memastikan keluhan masyarakat terhadap kualitas beras agar ditangani dengan baik," jelasnya.

Ia mengimbau KPM yang menerima beras dengan kualitas tidak sesuai agar tidak ragu menyampaikan keluhan atau laporan. Aduan dapat disampaikan berjenjang melalui pemerintah desa atau kecamatan untuk diteruskan kepada pihak terkait, termasuk Bulog, sehingga pemeriksaan dan penanganan, termasuk penggantian apabila diperlukan, dapat segera dilakukan. "Jangan sampai beras Bantuan Pangan ini merugikan penerima manfaat," tegasnya.

Polemik kualitas beras Bantuan Pangan ini juga disorot Anggota Komisi III DPRD Tuban, Luqmanul Hakim. Ia menilai persoalan tersebut berkaitan dengan kurang optimalnya pengawasan dalam penyaluran. "Jelas ada indikasi ketidaktelitian dalam pengawasan," ujarnya. Menurutnya, program ini menyasar warga yang membutuhkan. "Bantuan ini sedianya untuk mereka yang kurang mampu agar meringankan beban. Jika kemudian kualitasnya buruk tentu saja ini akan membuat penerima nelangsa," imbuhnya.

Bulog: Dugaan Beras Bantuan Pangan Dioplos Perlu Pemeriksaan

Humas Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro yang mencakup wilayah Tuban, Eko Zamroni, menyatakan pihaknya tidak dapat langsung menyimpulkan adanya pencampuran hanya berdasarkan informasi atau aduan awal. "Terkait dugaan pencampuran atau pengoplosan, Bulog tidak mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi atau aduan, tetapi akan melakukan pemeriksaan apabila terdapat indikasi atau laporan yang perlu diverifikasi," jelas Eko.

Eko menuturkan Bulog berkomitmen memastikan beras untuk program Bantuan Pangan memenuhi ketentuan yang berlaku. "Untuk memastikan kualitas beras yang diterima masyarakat, Bulog melakukan pemeriksaan dan pengawasan kualitas mulai dari proses pengemasan hingga sebelum beras dikirim ke titik distribusi," katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Tuban, mengeluhkan beras Bantuan Pangan yang mereka terima pada Kamis (17/9/2026) karena berwarna kekuningan dan berbau apek. Keluhan tersebut ditindaklanjuti dengan penggantian dari Bulog. Kepala Desa Prunggahan Wetan, Heri Winarko, menyebut total 158 sak beras ditukar dengan kualitas yang lebih baik. "Ada 158 sak yang ditukar oleh Bulog dengan beras yang kualitasnya lebih baik," pungkasnya.

Rekomendasi