Distribusi Bantuan Beras 30 Kg Dipercepat, Target Tuntas Sebelum Nataru

Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan beras 30 kg untuk 33,2 juta keluarga. Target rampung sebelum Nataru, disertai SPHP 1 juta ton seharga Rp12.500.

Rachel Aulia
Oleh Rachel Aulia- Reporter
Distribusi Bantuan Beras 30 Kg Dipercepat, Target Tuntas Sebelum Nataru
Pemerintah melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026. Bansos beras ini disalurkan melalui Bulog. (Dok Bulog)

Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan beras 30 kg kepada 33,2 juta keluarga di seluruh Indonesia. Total volume yang disiapkan sekitar 1 juta ton dengan target penyelesaian sebelum puncak libur Natal dan Tahun Baru pada Desember.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, bantuan 30 kg merupakan akumulasi alokasi tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember, dengan pembagian 10 kg per bulan untuk setiap penerima.

"Untuk 33,2 juta keluarga, masing-masing dapat Oktober, November, Desember 10 kilo, jadi 30 kilo sekaligus bantuan pangan. Jumlahnya 1 juta ton lebih kurang, kurang sedikit, ya. 1 juta ton untuk 33,2 juta desil 1 sampai desil 4 seluruh Indonesia," ujar Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menyebut percepatan diputuskan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog untuk mengantisipasi lonjakan harga akibat musim kemarau. Selain itu, penyelesaian lebih awal dipilih karena agenda akhir tahun berdekatan dengan persiapan bulan puasa pada Februari. "Jadi kita jauh hari kita bersiap-siap agar punya cukup waktu untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi dan kita menyiapkan persediaan logistik, distribusi, dan sebagainya," tambahnya.

Di luar bantuan gratis, pemerintah juga menyalurkan 1 juta ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui Bulog. Beras ini dijual Rp 12.500 per kilogram guna meredam harga di pasar yang sempat menembus Rp 15.000 per kilogram.

Bantuan Beras 30 Kg untuk Desil 1–4 Dimulai Setelah Anggaran Cair

Pemerintah memastikan bantuan beras untuk 33,2 juta penerima manfaat di kelompok desil 1 hingga desil 4 berjalan pada Oktober, November, dan Desember 2026. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram per bulan atau total 30 kilogram.

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan keputusan tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi dan mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan, anggaran program sudah dicairkan dan penyaluran ditargetkan segera dimulai.

"Untuk Oktober, November, Desember masing-masing 10 kilogram. Jadi sebanyak 30 kilogram lagi. Ini yang saya sampaikan, jadi ibu-ibu jangan khawatir. Yang desil 1 sampai desil 4 akan dapat lagi 30 kilogram untuk Oktober, November, Desember," kata Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan menjelaskan pemerintah menyiapkan sekitar 1 juta ton beras untuk program ini yang ditujukan kepada 33,2 juta penerima manfaat dari kelompok berpenghasilan rendah.

"Kami sudah rakor, sudah selesai, Presiden setuju. Menteri Keuangan hari kemarin sudah mencairkan uangnya. Mudah-mudahan minggu ini 30 kilogram akan dibagi langsung desil 1, desil 2, desil 3, desil 4," ujarnya.

SPHP 1 Juta Ton Dijual Rp12.500 per Kg

Selain bantuan gratis, pemerintah menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menahan kenaikan harga beras. Disediakan 1 juta ton beras SPHP dengan harga eceran Rp 12.500 per kilogram bagi masyarakat di luar penerima bantuan, khususnya kelompok desil 5 hingga desil 8 yang masih membeli beras namun terdampak lonjakan harga.

"Oleh karena itu kami juga sudah mengusulkan rakor bersama Pak Mentan. Presiden sudah setuju, sudah turun uangnya. Beras subsidi namanya SPHP, berapa banyak? Satu juta ton juga. Tapi ini yang beli," tuturnya.

Penyaluran beras SPHP dilakukan melalui pasar tradisional, jaringan Bulog, serta Koperasi Desa Merah Putih agar akses masyarakat terhadap beras terjangkau tetap terjaga.

"Nanti Bulog akan masukkan ke pasar-pasar tradisional, ke koperasi-koperasi Desa Merah Putih agar masyarakat bisa membeli dengan harga yang terjangkau," ujar dia.

Rekomendasi