Stok Aman, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun 2026

Meski harga minyak mentah ICP melonjak dan berpotensi menambah beban anggaran subsidi, pemerintah memastikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar tidak akan naik hingga akhir tahun.

Cinta Najwa Fauzi
Oleh Cinta Najwa Fauzi- Reporter
Stok Aman, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tak Naik Hingga Akhir Tahun 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Jakarta (26/10/2026).

Pemerintah memberikan jaminan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite dan Solar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun. Kepastian tersebut ditegaskan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyusul lonjakan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di pasar global.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada kami untuk mengatakan bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai dengan akhir tahun. Dan ini semuanya kita akan ikuti day to day," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta (26/10/2026).

Bahlil mengungkapkan, harga rata-rata ICP saat ini berada di level yang cukup tinggi, yakni sekitar USD 92 per barel, melampaui asumsi yang ditetapkan dalam anggaran negara sebesar USD 90 per barel. Konsekuensi dari selisih harga acuan tersebut dipastikan akan berdampak pada penambahan beban anggaran subsidi dan kompensasi energi pemerintah.

"Kalau menyangkut dengan anggaran kompensasi dan subsidi, rata-rata ICP sekarang mahal ya, USD 92, sementara di nota APBN kita ICP kita USD 90, maka pasti ada penambahan anggaran subsidi dan kompensasi, sudah pastilah," jelasnya.

Bahlil: Cadangan BBM Kita dalam Standar Minimum Nasional

Mengenai ketahanan pasokan BBM nasional, Bahlil meminta masyarakat tetap tenang karena stok domestik saat ini berada dalam standar minimum yang aman. Untuk Solar, Indonesia sepenuhnya sudah mengandalkan produksi dalam negeri tanpa melakukan impor.

Sementara untuk Pertalite (RON 90), ketahanan stok berada pada kisaran hingga 18 hari seiring dengan adanya tambahan kedatangan kargo pasokan baru, sedangkan produk BBM lainnya memiliki ketahanan di atas 20 hari.

Sebagai langkah antisipasi terhadap ketidakpastian geopolitik global dan potensi risiko kelangkaan rantai pasok, pemerintah juga mulai aktif menjajaki kontrak pengadaan jangka panjang langsung ke sejumlah negara produsen alternatif.

"Rakyat Indonesia tenang, insyaallah saya memberikan jaminan atas arahan dan perintah Presiden Prabowo bahwa cadangan BBM kita dalam standar minimum nasional, harga tidak akan naik untuk BBM subsidi. Saya diperintahkan untuk mencari kontrak jangka panjang," pungkas Bahlil.

Rekomendasi