Instruksi Prabowo: Harga Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026

Pemerintah menegaskan harga Pertalite tak naik hingga akhir 2026. Stok dan langkah subsidi disiapkan di tengah ICP US$92. Ini rinciannya.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian- Reporter
Instruksi Prabowo: Harga Pertalite Tak Naik Sampai Akhir 2026
Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, Adapun harga BBM yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pemerintah memastikan harga Pertalite tidak akan dinaikkan hingga akhir 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain menjaga harga, ketersediaan BBM subsidi juga disebut aman untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan ketersediaan volume BBM subsidi, termasuk Pertalite, dalam kondisi aman untuk mendukung kebutuhan nasional.

"Kalau untuk ketersediaan volume pasti kita pastikan aman," kata Menteri Keuangan Suahasil Nazara di sela Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pada kesempatan terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan stok Pertalite nasional berada di kisaran aman 16 hingga 18 hari. Pemerintah memperkuat rantai distribusi, terutama di wilayah yang memiliki kendala logistik. Di tengah lonjakan harga minyak, ia menyebut rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) menyentuh US$ 92 per barel, lebih tinggi dari asumsi dasar APBN sebesar US$ 70 per barel.

"Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada kami bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai akhir tahun," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Senin (26/10/2026).

Respons Kenaikan Minyak untuk Menjaga Harga Pertalite

Untuk merespons lonjakan harga minyak global, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran subsidi dan kompensasi energi yang lebih besar guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Dari sisi distribusi, armada pengangkut BBM ditambah dan jalur pengiriman di sejumlah daerah dialihkan dari sungai ke darat. Langkah ini diterapkan pada wilayah yang terdampak pendangkalan alur perairan, seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.

Gabungan jaminan pasokan dan kepastian harga menjadi bagian utama strategi pemerintah untuk menjaga daya beli serta akses energi masyarakat hingga penutupan tahun.

Rekomendasi