Gelombang demonstrasi menambah tekanan terhadap perekonomian Prancis yang tengah dibayangi utang publik tinggi dan defisit anggaran. Di tengah gejolak sosial, biaya pinjaman pemerintah meningkat, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Institut Statistik dan Studi Ekonomi Nasional Prancis (INSEE) mencatat utang publik negara tersebut mencapai €3.595,5 miliar atau sekitar €3,6 triliun pada akhir Juni 2026. Jumlah itu setara dengan 119 persen produk domestik bruto (PDB), meningkat dari 117,5 persen pada kuartal sebelumnya.
Situasi tersebut membuat pemerintah menghadapi tantangan untuk menekan utang tanpa memperburuk keresahan masyarakat. Terlebih, demonstrasi yang awalnya dipicu persoalan pendidikan berkembang menjadi protes terhadap biaya hidup dan kualitas layanan publik.
Reuters melaporkan pada 25 Oktober 2026, sebanyak 410.000 orang mengikuti demonstrasi nasional sehari sebelumnya, berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Prancis. Serikat pekerja juga menyerukan aksi lanjutan pada 31 Oktober dan mogok nasional pada 5 November.
Akankah kombinasi demonstrasi, utang tinggi, dan kenaikan biaya pinjaman membuat Prancis terancam krisis ekonomi?
Advertisement
Mengapa Demonstrasi Prancis Meluas?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376197/original/064856700_1792312230-AP26290459019283.jpg)
Demonstrasi di Prancis bermula dari keresahan pelajar terhadap kondisi pendidikan, termasuk persoalan pendanaan dan layanan sekolah. Aksi kemudian meluas ketika pekerja dan serikat pekerja ikut menyuarakan tuntutan terkait upah, biaya hidup, serta layanan publik.
Reuters melaporkan, demonstran menilai pemerintah belum memberikan jawaban yang memadai atas tuntutan mereka. Sementara itu, pemerintah menghadapi keterbatasan anggaran untuk memenuhi berbagai permintaan tersebut.
Perdebatan semakin rumit karena pemerintah berupaya mengurangi defisit melalui penghematan belanja negara. Kebijakan ini berpotensi menimbulkan penolakan ketika masyarakat menginginkan layanan publik yang lebih baik dan perlindungan daya beli.
Pada 25 Oktober 2026, Reuters melaporkan serikat pekerja menyerukan demonstrasi lanjutan pada 31 Oktober dan mogok nasional pada 5 November. Pemerintah pun harus menjaga keamanan sekaligus mengupayakan dialog dengan kelompok demonstran.
Advertisement
Berapa Banyak Utang Prancis?
Besarnya utang menjadi salah satu persoalan utama yang membatasi ruang gerak pemerintah Prancis.
Berdasarkan data resmi INSEE yang dirilis 29 September 2026, utang publik Prancis mencapai €3.595,5 miliar pada akhir kuartal II 2026. Angka tersebut meningkat €59,6 miliar dibandingkan kuartal sebelumnya.
Rasio utang terhadap PDB juga naik menjadi 119 persen, dari 117,5 persen pada kuartal I 2026.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan Prancis memperkirakan defisit anggaran mencapai 5,4 persen dari PDB pada 2026. Artinya, pengeluaran pemerintah masih jauh lebih besar daripada penerimaannya.
Reuters melaporkan pada 19 September 2026, pemerintah merencanakan penghematan sebesar €54 miliar dalam anggaran 2027 untuk menekan defisit. Namun, upaya tersebut menghadapi tantangan karena parlemen terpecah dan sejumlah kelompok politik menentang kebijakan penghematan.
Utang tinggi tidak berarti Prancis harus membayar seluruh kewajibannya sekaligus. Namun, pemerintah perlu mengelola pembayaran bunga, membiayai kembali utang yang jatuh tempo, dan memastikan penerimaan negara cukup untuk menopang pengeluaran.
Jika defisit terus berlanjut, kebutuhan pembiayaan baru dapat bertambah dan membuat pengelolaan utang semakin sulit.
Advertisement
Bagaimana Tanggapan Investor?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4309271/original/025340300_1675178897-20230131-Demo_Buruh_di_Prancis-AP_6.jpg)
Tekanan terhadap keuangan Prancis juga terlihat dari pasar obligasi pemerintah.
Reuters melaporkan pada 23 Oktober 2026, imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun sempat mencapai 5,14 persen pada pekan tersebut, level tertinggi sejak Juli 2002. Selisih imbal hasil obligasi Prancis terhadap obligasi pemerintah Jerman juga mencapai tingkat tertinggi dalam sekitar 15 tahun.
Imbal hasil obligasi menunjukkan tingkat pengembalian yang diminta investor. Ketika investor menilai risiko meningkat, mereka dapat meminta imbal hasil lebih tinggi untuk memegang surat utang suatu negara.
Kondisi ini dapat meningkatkan biaya pembiayaan pemerintah ketika menerbitkan utang baru atau membiayai kembali utang yang jatuh tempo.
Reuters juga melaporkan Moody's mempertahankan peringkat kredit Prancis di Aa3 pada 23 Oktober 2026, tetapi tetap memberikan prospek negatif. Lembaga tersebut menyoroti pentingnya pengesahan anggaran yang mampu menekan defisit serta meredanya tekanan sosial dan biaya pembiayaan.
Dengan demikian, persoalan Prancis bukan semata-mata jumlah utang, tetapi juga kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan investor ketika membutuhkan pembiayaan.
Advertisement
Apa Dampak Demonstrasi terhadap Ekonomi?
Kerusuhan dapat menambah tekanan terhadap perekonomian melalui kerusakan fasilitas usaha, penurunan aktivitas perdagangan, dan berkurangnya belanja masyarakat.
Dalam laporan Le Monde pada 23 Oktober 2026, CEO Carrefour Alexandre Bompard memperkirakan kerusakan dan penjarahan pada akhir pekan 17–18 Oktober dapat berdampak sebesar €80 juta hingga €200 juta terhadap laba operasional grupnya sepanjang tahun ini.
Namun, dampaknya tidak berhenti pada biaya perbaikan toko dan penggantian barang. Kekhawatiran terhadap keamanan juga dapat membuat masyarakat menghindari pusat perbelanjaan dan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.
Menurut laporan yang sama, konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 55 persen PDB Prancis. Karena itu, penurunan belanja masyarakat berpotensi menghambat aktivitas ekonomi jika berlangsung berkepanjangan.
INSEE sebelumnya mencatat konsumsi rumah tangga turun 0,5 persen pada Agustus 2026. Sementara itu, ekonomi Prancis stagnan pada kuartal II setelah mengalami kontraksi 0,1 persen pada kuartal sebelumnya.
Pemerintah juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 0,5 persen, dari perkiraan awal 0,7 persen.
Angka-angka tersebut menunjukkan ekonomi Prancis telah menghadapi tekanan sebelum rangkaian demonstrasi terbaru. Dengan demikian, demonstrasi berpotensi memperburuk kondisi yang sudah lemah, tetapi belum dapat dinyatakan sebagai penyebab tunggal perlambatan ekonomi.
Advertisement
Apakah Prancis Menuju Krisis Ekonomi?
Utang yang tinggi, defisit anggaran, dan kenaikan biaya pinjaman merupakan risiko serius bagi Prancis. Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa negara itu pasti menuju krisis ekonomi atau krisis moneter seperti yang pernah dialami Indonesia pada 1997–1998.
Risiko utama Prancis saat ini berkaitan dengan kemampuan pemerintah mengendalikan utang, menjaga pertumbuhan ekonomi, dan mencapai kesepakatan anggaran di tengah ketidakpastian politik.
Jika biaya pinjaman terus tinggi dan pertumbuhan ekonomi melemah, beban pembayaran bunga dapat menyerap lebih banyak anggaran. Pemerintah pun berpotensi menghadapi pilihan sulit antara menekan belanja, meningkatkan penerimaan, atau mempertahankan sejumlah program publik.
Sebaliknya, kesepakatan anggaran yang kredibel, meredanya demonstrasi, dan membaiknya kepercayaan investor dapat membantu mengurangi tekanan secara bertahap.
Reuters melaporkan bahwa pemerintah Prancis menghadapi kesulitan meloloskan anggaran 2027 karena parlemen terpecah. Situasi tersebut membuat hasil pembahasan anggaran menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan arah kebijakan fiskal negara itu.
Karena itu, perkembangan demonstrasi, biaya pinjaman, dan kemampuan pemerintah menekan defisit perlu terus dipantau. Prancis menghadapi risiko fiskal dan perlambatan ekonomi yang serius, tetapi apakah kondisi tersebut berkembang menjadi krisis masih bergantung pada perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah selanjutnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382673/original/037328100_1793005923-IMG_0068.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377072/original/090290100_1792404283-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_16.55.51.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382601/original/090310100_1793002675-IMG_0064.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382845/original/074984800_1793012718-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_17.44.23.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382072/original/037742100_1792937902-750720fd-889b-47f2-b9a1-e6b962c024d5.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)