Penyidik Polrestabes Semarang memeriksa empat orang saksi buntut kasus kematian atlet Porprov Jawa Tengah, Syabilla Rizkia Putri Praharja cabang olahraga Selam di Pantai Awan Costa Semarang, Minggu (25/10). Pemeriksaan saksi dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pelaksanaan kegiatan.
"Empat orang saksi kita periksa diantaranya tenaga medis, motoris yang mengawasi kegiatan berenang, serta pihak penyelenggara. Saat ini kami masih mendalami kejadian ini dan kemungkinan jumlah saksi bisa bertambah,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Erlin Tang Jaya, Senin (26/10).
Dari hasil pemeriksaan medis sementara menemukan banyak kandungan air di dalam paru-paru korban. Temuan tersebut mengarah pada dugaan bahwa korban meninggal akibat tenggelam.
"Jadi, ada kemungkinan korban mengalami tenggelam. Tapi, untuk memastikan keseluruhan penyebab dan keadaan yang menyertai kejadian ini, pemeriksaan masih terus kami dalami," ujar dia.
Kepolisian juga melengkapi pemeriksaan terhadap saksi dari pihak pelaksana kegiatan dan motoris yang bertugas mengawasi atlet saat berenang. Keterangan para saksi diperlukan untuk mengetahui bagaimana pengawasan dilakukan ketika insiden terjadi.
"Kami akan menyampaikan perkembangan penyelidikan lebih lanjut setelah pemeriksaan saksi dan pendalaman terhadap kejadian tersebut dilakukan,” pungkasnya.
Advertisement
Penjelasan KONI Jateng
Sebelumnya Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko, mengatakan pertandingan selam laut di Porprov Jateng memang dipertandingkan lebih awal. Bahkan seluruh atlet yang ikut pertandingan tersebut juga sudah menyerahkan surat kesehatan dokter.
"Syabilla memang atlet yang berprestasi. Sebelumnya dia bertanding dalam nomor selam kolam dan berhasil menyabet 2 medali emas, dan pagi tadi mengikuti nomor selam laut dan sempat memimpin," kata Sujarwanto, Senin (26/10).
Saat mengikuti pertandingan selam laut sejauh 3 kilometer, Syabilla terlihat sempat melambaikan tangan tepat 200 meter sebelum finish. Begitu didekati oleh tim rescue Syabila masih memilih untuk melanjutkan perlombaan. Kemudian sempat melambaikan tangan lagi, saat ditawari tim rescue untuk mengakhiri lomba lebih awal yang bersangkutan menolak.
"Menjelang garis akhir, Syabilla diduga mencapai batasnya sehingga tenggelam. Kemudian dijemput oleh tim rescue untuk dibawa ke darat dan diberikan pertolongan pertama. Syabila sempat dibawa ke Rumah Sakit Keluarga Sehat, hasil assesment ada gagal nafas dan akhirnya meninggalkan kita semuanya," ujarnya.
Terkait kejadian tersebut, evaluasi sudah dilakukan. Sebab, selain Syabilla juga ada dua atlet lain yang mengalami masalah saat berlomba. Ke depan tim rescue sudah diminta apabila ada atlet yang sudah menyatakan menyerah pada kesempatan pertama langsung diambil tindakan karena keselamatan nomor satu.
"Untuk nomor pertandingan lain akan kami tambah ambulans, serta tim rescue, dan kapal. Lalu ada penambahan prosedur pemeriksaan sebelum bertanding," jelasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382724/original/073963500_1793007217-IMG-20261026-WA0168.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382772/original/013226500_1793009078-1001795506.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439890/original/058272000_1684940355-348237169_599185758943490_3150403143734906669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382692/original/044235900_1793006674-Gemini_Generated_Image_oplmrooplmrooplm__censored_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382612/original/003792000_1793003234-IMG_6107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382683/original/014367600_1793006232-IMG_20261026_132039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188079/original/061603500_1595483842-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-7.jpg)