Perjalanan panjang membawa jamu Indonesia dari warisan tradisional menjadi produk herbal yang diterima masyarakat luas mengantarkan Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat meraih Tatler Impact Awards 2026 kategori Business.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Tatler Ball Indonesia yang digelar di The Astor Ballroom, The St. Regis Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Irwan disebut memainkan peran penting dalam membawa warisan herbal tradisional Indonesia ke era modern. Kepemimpinannya dinilai ikut mengembangkan Sido Muncul menjadi salah satu nama besar di industri herbal dan farmasi Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana tradisi, inovasi, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial dapat berjalan bersama.
Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan tersebut. Menurutnya, pencapaian itu juga menjadi pengakuan dan bukti terhadap upaya panjang membawa jamu naik kelas.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382706/original/017092800_1793006822-20261023_214549_1__1_.jpg)
“Buat saya, pertama, ini penghargaan diberikan sebagai bentuk penghargaan atas bisnis yang mengubah nilai. Dari jamu menjadi perusahaan produk-produk yang mendunia, diterima di seluruh dunia. Yang kedua, dalam bisnis ini salah satu kriterianya adalah memberi kontribusi,” ujar Irwan.
Di atas panggung, Irwan juga menyinggung bagaimana keterikatannya dengan Sido Muncul. Tahun ini menandai 58 tahun perjalanannya di bisnis tersebut. Baginya, Sido Muncul bukan sekadar usaha, tetapi juga bagian dari sejarah keluarga dan tanggung jawab moral.
“Bisnis ini punya sejarah dan keterikatan moral buat saya. Makanya sering orang tanya, ‘Pak, bagaimana Bapak bisa menjalankan bisnis ini?’ Wah, ini takdir. Jadi bisnis, tapi juga takdir,” katanya.
Advertisement
Kepercayaan Dibangun lewat Standar dan Bukti Ilmiah
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382694/original/020545300_1793006677-20261023_220156_1__1_.jpg)
Menurut Irwan, salah satu alasan Sido Muncul mampu menjaga eksistensi dan kepercayaan masyarakat adalah konsistensi membangun produk berbasis ilmiah.
“Kalau mau membuat produk, karena ini obat herbal maka harus berbasis ilmiah. Supaya khasiat dan keamanannya bisa dibuktikan secara ilmiah,” ujarnya.
Ia mengatakan perusahaan juga menerapkan standardisasi produk dan produksi, Good Manufacturing Practices (GMP), serta menjalankan aturan secara full compliance. Sido Muncul juga memiliki laboratorium farmakologi untuk melakukan berbagai penelitian, menguji dan membuktikan klaim produk.
“Kami adalah perusahaan jamu yang punya laboratorium farmakologi. Kenapa? Untuk mencari bukti-bukti supaya produk kami ini klaimnya sesuai hasilnya. Jadi kalau klaimnya A, ya hasilnya A,” jelas Irwan.
Baginya, menjaga warisan herbal bukan berarti hanya sekadar turun menurun dan membiarkannya tetap seperti dahulu.
“Jadi menjaga warisan bukan hanya menjaga, tetapi membuat dan mentransformasi sehingga menjadi sejajar dengan dunia farmasi,” katanya.
Advertisement
Sido Herbalpedia untuk Masyarakat, UKM, dan Dunia Kedokteran
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382695/original/088957500_1793006677-20261023_220702.jpg)
Semangat tersebut juga diwujudkan melalui Sido Herbalpedia, sebuah platform yang dirancang untuk memperluas akses terhadap keterbukaan informasi ilmiah mengenai tanaman herbal.
Irwan menyebut Sido Herbalpedia menyasar tiga kelompok. Pertama, masyarakat umum agar lebih memahami penggunaan tanaman herbal berdasarkan informasi ilmiah. Kedua, pelaku usaha jamu dan UKM agar memiliki rujukan penelitian untuk memperkuat produk yang dikembangkan. Ketiga, dunia kedokteran agar dapat mengakses literatur mengenai penelitian tanaman herbal.
“Jadi targetnya itu tiga, masyarakat supaya bisa menggunakan obat-obat herbal dan mengerti bahwa semua sudah berbasis ilmiah. Yang kedua, para pengusaha jamu, supaya UKM itu bisa naik, percaya diri. Dan ketiga, supaya dunia kedokteran itu mengerti tentang riset literatur ilmiah,” ujar Irwan.
Advertisement
Tatler: Longevity dan Dampak jadi Penilaian Penting
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382696/original/007463300_1793006678-20261023_225557_1__1_.jpg)
Leadership Editor Tatler Indonesia, Adeste Adipriyanti, menjelaskan bahwa Tatler Impact Awards tidak semata-mata melihat keuntungan bisnis. Proses seleksinya mempertimbangkan rekam jejak, dampak positif bagi masyarakat, serta keberlanjutan.
Tatler Asia memiliki inisiatif Tatler Most Influential sejak 2021. Setiap tahun, sekitar 50–100 nama dari berbagai bidang dipilih karena dinilai memberikan pengaruh positif. Bidangnya beragam, mulai dari STEM, olahraga, seni hingga bisnis. Puncaknya, Tatler Impact Awards diberikan untuk empat kategori, yakni Business, Social Impact, Culture, dan Innovation. Tahun ini, Irwan Hidayat termasuk dalam daftar 50 nama Tatler Most Influential Indonesia dan kemudian terpilih sebagai penerima penghargaan dari kategori Business.
Adeste menjelaskan, proses seleksi juga melibatkan masukan dari advisor dan komunitas, seleksi internal Tatler, hingga persetujuan di tingkat regional. Hal mendasar yang dicari adalah dampak positif yang tidak hanya dirasakan oleh kandidat sendiri, tetapi juga dirasakan oleh orang lain.
Lalu, mengapa Irwan Hidayat dan Sido Muncul akhirnya unggul?
“Jelas karena Pak Irwan secara rekam jejak dan longevity. Jadi tidak cuma sukses semata-mata soal keuntungan,” ujar Adeste.
Menurutnya, Sido Muncul memiliki nilai kuat pada tiga aspek, yaitu longevity, pengaruh terhadap masyarakat, dan komitmen kepada masyarakat.
“Dari tiga kriteria itu Sido Muncul punya nilai paling tinggi. Dan memang karena kita tidak menilai perusahaan, tapi kita juga menilai leadership. Jadi memang sosoknya,” lanjutnya.
Adeste juga menilai Sido Muncul berhasil mengubah persepsi jamu yang dahulu identik dengan tradisional, kuno, dan pahit menjadi produk yang diterima berbagai kalangan dan menembus pasar global.
“Kalau ditanyakan orang, siapa sih yang tidak tahu Tolak Angin? Ibaratnya bahkan sudah menjadi top of mind. Menurut saya, Sido Muncul itu berhasil membawa Tolak Angin ini diterima oleh berbagai kalangan,” ujar Adeste.
Adeste juga melihat bagaimana produk tersebut ikut membawa identitas jamu Indonesia ke luar negeri. Ia mencontohkan keberadaan produk Sido Muncul yang dapat ditemui di Asian grocery ketika berada di luar negeri, termasuk London dan Australia. Menurutnya, keberlanjutan dan kemampuan membawa nama Indonesia melalui bisnis herbal menjadi bagian yang ikut dipertimbangkan.
“Iya, continuity. Tetap harus ada sustainability,” tegas Adeste.
Penghargaan Tatler Impact Awards 2026 pada akhirnya menjadi penanda dari perjalanan panjang yang tidak dibangun dalam semalam. Bagi Irwan Hidayat, perjalanan itu berangkat dari sebuah konsistensi, yaitu membuat masyarakat percaya bahwa warisan herbal Indonesia dapat dikembangkan secara ilmiah, inovasi, dan tanggung jawab.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382692/original/044235900_1793006674-Gemini_Generated_Image_oplmrooplmrooplm__censored_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382772/original/013226500_1793009078-1001795506.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382724/original/073963500_1793007217-IMG-20261026-WA0168.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4439890/original/058272000_1684940355-348237169_599185758943490_3150403143734906669_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382612/original/003792000_1793003234-IMG_6107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382683/original/014367600_1793006232-IMG_20261026_132039.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3188079/original/061603500_1595483842-20200723-Operasi-Patuh-Jaya-2020-di-Jalan-Letjen-Suprapto-Jakpus-FANANI-7.jpg)