Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan. Kunjungan lapangan ini dilakukan usai meresmikan fasilitas gas lepas pantai di Kalimantan Timur. Selain memantau tahap akhir proyek pemangkas impor BBM tersebut, Bahlil juga memastikan kesiapan pasokan BBM nasional.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga memeriksa kesiapan pasokan BBM nasional. "Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan.Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," tutur Bahlil.
Bahlil menjelaskan bahwa sisa pekerjaan yang sedang diselesaikan meliputi penyesuaian teknis serta commissioning peralatan baru guna memastikan kilang siap beroperasi secara optimal.
Di tengah proses penyelesaian akhir kilang, pemerintah memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman dan berada di atas standar minimum. Stok Pertalite tercatat aman untuk kebutuhan 16 hingga 18 hari, sementara BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 memiliki ketahanan stok di atas 20 hari.
Pasokan Solar juga dipastikan tanpa kendala karena seluruh kebutuhan nasional telah terpenuhi dari produksi dalam negeri tanpa impor. Khusus di wilayah Kalimantan, ketersediaan BBM relatif sejajar dengan rata-rata nasional.
Selain menjamin ketersediaan stok, Bahlil meminta Pertamina mengoptimalkan rantai distribusi agar BBM bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak. Pengawasan penyaluran turut diperketat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (TNI/Polri), khususnya untuk menindak tegas praktik penimbunan.
Advertisement
Kendala Lapangan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381118/original/046973600_1792754905-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_16.58.41.jpeg)
Terkait kendala lapangan, Bahlil mengungkapkan bahwa fenomena El Niño sempat memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat yang mengganggu alur pengiriman BBM. Pertamina merespons tantangan tersebut dengan menyiagakan kapal sebagai tempat penyimpanan terapung (floating storage), lalu meneruskan penyaluran BBM ke wilayah tujuan melalui jalur darat.
Dalam jangka panjang, keberadaan RDMP Balikpapan menjadi tumpuan utama ketahanan energi nasional. Proyek Strategis Nasional ini menelan nilai investasi sebesar 7,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp126 triliun, menjadikannya salah satu investasi BUMN terbesar dalam satu lokasi.
Saat beroperasi penuh mendatang, Kilang Balikpapan diproyeksikan mampu memenuhi 22 hingga 25 persen dari total kebutuhan BBM nasional. Kehadiran kilang ini akan memperkuat ketahanan pasokan dalam negeri sekaligus memangkas ketergantungan pada impor BBM, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574765/original/049823000_1777977070-Bahlil_Istana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381063/original/042571200_1792751402-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_15.11.38.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5204944/original/045984900_1746029198-IMG-20250430-WA0046.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381050/original/045068100_1792751217-IMG-20261023-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4370581/original/076757500_1679656357-FOTO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9314374/original/059426500_1785744584-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_harga-pertamax-turun-ikut-harga-minyak-dunia-bahlil-pastikan-bbm-subsidi-tetap_1000396568.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381017/original/091432200_1792749282-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.49.16.jpeg)