Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terjun langsung ke Bali guna memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman. Dalam kunjungan tersebut, Bahlil memimpin rapat koordinasi sekaligus mengevaluasi sistem penyaluran energi di Pulau Dewata secara menyeluruh.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah menguatkan armada pengangkut dan merombak rute pengiriman demi menjamin kelancaran pasokan ke berbagai wilayah, termasuk Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Saat ini, cadangan Pertalite (RON 90) secara nasional tercatat aman untuk kebutuhan 16–18 hari ke depan, sedangkan jenis BBM lainnya bertahan di atas 20 hari.
"Saya katakan bahwa cadangan nasional kita di atas 16-18 hari,' kata Bahlil usai memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, dikutip Selasa (20/10).
Pertemuan strategis tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, serta Kepala BPH Migas.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan stok yang mencukupi menjadi pijakan bagi pemerintah untuk berfokus pada efisiensi penyaluran ke tangan konsumen. “Sekarang distribusinya yang kita perlancar,” tuturnya.
Langkah penguatan distribusi ini dieksekusi usai pemerintah melakukan evaluasi atas alur pelayanan BBM di Bali. Bahlil mengungkapkan, hambatan kedatangan kapal dari Pulau Jawa sempat memicu penurunan cadangan BBM di Bali hingga menyisa kurun waktu tiga sampai empat hari saja.
Namun, berkat pengerahan tambahan armada, cadangan energi setempat berhasil terkerek naik kembali ke posisi 11–12 hari. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU pun mulai terurai seiring berangsurnya pemulihan pasokan.
Pemerintah juga merancang skema penguatan stok jangka panjang. Berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM tertanggal 19 Oktober 2026, Bahlil telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Migas dan BPH Migas untuk menggenjot cadangan BBM di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari.
Advertisement
Penguatan Cadangan Daerah
Instruksi penambahan stok tersebut dipatok sebagai target penguatan cadangan daerah, sehingga berbeda dari posisi persediaan saat ini yang berada di angka 11–12 hari.
Bahlil menegaskan, inspeksi di Bali merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh pada manajemen logistik energi nasional. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjamin ketersediaan pasokan bagi publik.
"Tapi apa pun itu, masih bagian yang harus kita tanggung jawab bersama-sama," tegasnya.
Evaluasi logistik tersebut turut mencakup pemetaan distribusi di kawasan Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Di dalam rapat, Direktur Utama Pertamina melaporkan kendala lintasan sungai yang selama ini dimanfaatkan sebagai jalur utama pengangkutan BBM.
Bahlil memaparkan bahwa faktor cuaca memicu pendangkalan di sejumlah titik sungai, sehingga kapal pengangkut berukuran besar tidak lagi sanggup melintas seperti sediakala.
Advertisement
Alihkan Alur Distribusi
Sebagai solusinya, Pertamina mengalihkan alur distribusi menggunakan jalur darat. Kendati perubahan moda transportasi ini memakan waktu tempuh yang lebih lama pada beberapa lokasi, penyesuaian terus dilakukan agar pengiriman berjalan optimal.
Guna menyokong kelancaran antardaerah, pemerintah mendorong penambahan armada pengangkut secara masif. Kebijakan ini diambil agar stok BBM yang melimpah di tingkat nasional benar-benar terdistribusi secara tepat waktu hingga ke tingkat konsumen.
"Kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," ujar Bahlil.
Pada kesempatan yang sama, Bahlil menegaskan bahwa kebutuhan Solar nasional saat ini sudah terpenuhi sepenuhnya secara mandiri tanpa impor. Di sisi lain, sebagian pasokan Pertalite masih harus didatangkan dari luar negeri.
Dengan kondisi cadangan nasional yang solid, pemerintah terus memantau alur kedatangan pasokan, kesiapan armada, hingga keandalan pelayanan di tiap daerah. Target peningkatan cadangan di Bali serta rekayasa rute distribusi di pulau lain menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377966/original/092064100_1792484663-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_11.20.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377783/original/031072500_1792478756-WhatsApp_Image_2026-10-20_at_13.39.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377265/original/054625800_1792421326-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_21.36.41.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9370018/original/092217100_1791544258-asap_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452614/original/031841000_1766410968-WhatsApp_Image_2025-12-22_at_19.29.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377706/original/097936600_1792476356-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_20.36.02.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291090/original/060643400_1604902998-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-4.jpg)