Sariawan yang muncul berulang di area gusi kerap mengganggu aktivitas, mulai dari makan, minum, hingga menyikat gigi. Meski sering dianggap luka ringan, kondisi ini dapat berkaitan dengan peradangan pada jaringan gusi, respons tubuh terhadap luka, infeksi, hingga gangguan kesehatan tertentu.
Dalam penjelasannya, drg Lubna, SpPerio, memberikan gambaran mengenai kaitan sariawan gusi dengan berbagai kondisi.
“Sariawan yang sering muncul di area gusi sangat mungkin berkaitan erat dengan peradangan, baik peradangan lokal pada jaringan gusi maupun respons luka hingga gangguan kesehatan tubuh,” tutur drg Lubna, SpPerio, menjawab pertanyaan Kesehatan Liputan6.com.
Lubna menjelaskan, pemicu sariawan di gusi beragam. Salah satunya trauma atau iritasi akibat kebiasaan menyikat gigi terlalu keras, yang menimbulkan gesekan pada jaringan mulut hingga memicu peradangan. Infeksi juga dapat berperan, baik oleh bakteri, virus, maupun jamur.
Faktor kekurangan nutrisi tertentu turut meningkatkan kerentanan terhadap sariawan.
“Kekurangan asupan nutrisi seperti vitamin C, vitamin B kompleks, dan zat besi,” kata dokter gigi yang sehari-hari praktik di Satu Dental Bintaro ini.
Di luar itu, sariawan juga bisa berkaitan dengan kondisi sistemik, perubahan hormon, dan stres. Karena penyebabnya beragam, kemunculan sariawan berulang tidak sebaiknya langsung dianggap serupa pada setiap kejadian.
Advertisement
Kapan Sariawan Perlu Diperiksakan?
Penanganan sariawan idealnya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Jika luka terjadi akibat trauma ringan dan berangsur membaik dalam beberapa hari, perawatan mandiri di rumah umumnya masih dapat dilakukan.
Namun, kewaspadaan diperlukan bila sariawan menimbulkan nyeri hebat, ukurannya membesar, atau kondisinya justru memburuk.
Pada situasi tersebut, Lubna menyarankan pemeriksaan ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
“Jika timbul nyeri hebat atau luka sariawan tambah besar memburuk, pasien diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi,” pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5094055/original/038682400_1736839977-1736837474424_cara-menghilangkan-sariawan-di-bibir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4673581/original/027346000_1701683913-WhatsApp_Image_2023-12-04_at_16.45.42_f2e8e815.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4132502/original/016758000_1661224670-avinash-uppuluri-pAgXv4W1Iu0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369554/original/075260600_1791528713-daily-nouri-D37STEwmyqY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301101/original/078119100_1784438226-pexels-shiau-tung-su-2160862723-37049841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375675/original/024616400_1792207272-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_10.13.52.jpeg)