Masalah pengawasan anak menjadi sorotan menyusul kasus kecelakaan yang menewaskan seorang anak di Kalimantan Timur dan beredarnya rekaman video yang memperlihatkan seorang anak menangis karena ditinggal orang tuanya di tenda di lingkungan Gunung Prau, Jawa Tengah.
Kedua peristiwa tersebut mengingatkan pentingnya orang tua mempertimbangkan kesiapan anak dan keamanan lingkungan sebelum memutuskan untuk meninggalkan anak sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.
Lantas, apa saja yang perlu dipertimbangkan orang tua sebelum meninggalkan anak sendiri?
Advertisement
Berapa usia anak yang aman untuk ditinggal sendiri?
Psikolog klinis anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, mengatakan bahwa usia menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kesiapan anak untuk ditinggal sendiri.
Menurut psikolog dari Lembaga Psikologi Universitas Indonesia itu, bayi, balita, dan anak usia prasekolah belum siap ditinggal sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.
Bahkan ketika sedang tidur sekalipun, anak-anak dalam kelompok usia tersebut sebaiknya tidak ditinggal sendirian tanpa pengawasan orang dewasa.
Vera mengingatkan bahwa kemampuan anak berbicara atau bermain sendiri tidak serta-merta menunjukkan bahwa mereka sudah mampu menjaga keselamatan diri.
"Anak yang sudah bisa berbicara atau bermain sendiri juga belum tentu mampu mengenali bahaya dan mencari pertolongan," kata Vera dikutip Antara, pada Senin (19/10).
Menurut Vera, orang tua dapat mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan anak sendiri di rumah ketika anak berusia 12 tahun ke atas atau telah memasuki usia remaja.
Meski demikian, usia bukan satu-satunya penentu. Orang tua tetap perlu memastikan bahwa anak merasa aman dan nyaman ketika berada di rumah sendirian, mampu mengikuti aturan yang berlaku, serta mengetahui cara menghubungi orang tua dan bertindak saat menghadapi keadaan darurat.
Advertisement
Bagaimana menilai kesiapan anak untuk mandiri?
Selain usia, kematangan dan kemampuan anak dalam menghadapi situasi juga perlu menjadi pertimbangan.
Psikolog anak dan keluarga Sani Budiantini Hermawan, S.Psi, mengatakan bahwa orang tua perlu menilai kemampuan anak dalam memahami situasi, menjaga diri, dan menyelesaikan masalah sederhana sebelum memberikan kesempatan untuk tinggal sendiri.
Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu menjelaskan bahwa anak yang telah memiliki kemampuan tersebut dapat mulai diberi kesempatan untuk belajar mandiri apabila lingkungannya dinilai aman.
Sebaliknya, anak yang belum matang dan masih kesulitan memahami situasi berisiko mengalami masalah jika ditinggal sendirian.
"Kalau anak memang masih belum matang, kognisinya masih bingung, masih bisa berisiko kalau ditinggal sendiri, ya mestinya jangan ditinggal sendiri, kecuali ada pengawasan dari orang dewasa," kata Sani dikutip Antara.
Advertisement
Apa saja kondisi yang perlu dipertimbangkan orang tua?
Sebelum meninggalkan anak sendirian, orang tua perlu mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk usia, kematangan, kemampuan menghadapi keadaan darurat, lama waktu anak akan ditinggal, kebutuhan khusus anak, serta keamanan lingkungan.
Vera menyarankan agar orang tua memulai proses belajar mandiri secara bertahap, dengan durasi singkat.
"Pertimbangkan juga durasi, kebutuhan khusus, dan keamanan lingkungan. Mulai lah secara bertahap dan singkat," katanya.
Sani juga menekankan pentingnya mempertimbangkan usia anak, lamanya anak akan ditinggal, dan kondisi lingkungan sebelum mengambil keputusan. Meskipun anak dinilai sudah mampu memahami situasi dan menjaga diri, orang tua tetap perlu memastikan bahwa lingkungan tempat anak berada tidak memiliki risiko yang membahayakan.
Jika lingkungan dinilai berisiko, orang tua disarankan tidak meninggalkan anak sendirian, sekalipun anak sudah menunjukkan kemampuan untuk mandiri.
Advertisement
Apakah anak yang bisa ditinggal sendiri di rumah juga bisa ditinggal di tempat lain?
Kemampuan anak untuk tinggal sendiri di rumah tidak otomatis berarti anak siap ditinggal tanpa pengawasan di tempat lain.
Vera mengingatkan bahwa kesiapan anak berada sendirian di lingkungan rumah yang sudah dikenal belum tentu berlaku ketika anak berada di hotel, kawasan pegunungan, atau lingkungan asing lainnya.
"Kesiapan berada sendiri di rumah yang familier tidak otomatis berlaku di hotel atau kawasan pegunungan atau lingkungan asing lainnya," katanya.
Perbedaan lingkungan dapat memengaruhi kemampuan anak dalam memahami situasi, mengenali bahaya, dan mencari pertolongan. Karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan kondisi tempat anak berada, bukan hanya kemampuan anak ketika berada di rumah.
Peristiwa anak yang ditinggal di tenda di lingkungan Gunung Prau menjadi pengingat bahwa kesiapan anak berada di satu lingkungan tidak dapat langsung dijadikan patokan untuk lingkungan yang berbeda.
Advertisement
Bagaimana sebaiknya orang tua menerapkan pengawasan?
Pengawasan dan pendampingan perlu disesuaikan dengan kemampuan anak memahami situasi dan menjaga diri, serta tingkat risiko lingkungan sekitarnya.
Orang tua perlu memastikan anak tidak hanya merasa nyaman, tetapi juga mampu mengikuti aturan keselamatan, mengetahui cara menghubungi orang tua, dan memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi keadaan darurat.
Bagi anak yang belum cukup matang atau belum mampu menghadapi risiko secara mandiri, pengawasan orang dewasa tetap diperlukan. Sementara itu, kesempatan untuk belajar mandiri dapat diberikan secara bertahap kepada anak yang dinilai siap, dengan mempertimbangkan durasi dan keamanan lingkungan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375675/original/024616400_1792207272-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_10.13.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214032/original/067657500_1746709235-hot-ginger-tea-table_1150-28420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3990017/original/053057400_1649479346-omurden-cengiz--G2iJF_aUws-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376011/original/005206300_1792293410-pertasindo.jpeg)