Peta Komando TNI Berubah, 10 Kodim Tak Lagi di Kodam Diponegoro

Peralihan dilakukan usai Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI di upacara HUT ke-81 TNI.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama- Reporter
Peta Komando TNI Berubah, 10 Kodim Tak Lagi di Kodam Diponegoro
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Sudaryanto usai apel penyerahan satuan di Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Senin (19/10). (merdeka.com/istimewa).

10 Komando Distrik Militer (Kodim) asal Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro beralih ke Kodam XXVI/Mataram wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Peralihan 10 Kodim itu ditandai dengan beralihnya tongkat komando Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV Diponegoro dari Mayjen TNI Achiruddin kepada Mayjen TNI Sudaryanto.

Peralihan kepemimpinan orang nomor satu di Kodam IV Diponegoro ditandai dengan penyerahan risalah sertijab dan apel penyerahan satuan di Lapangan Makodam IV Diponegoro, Watugong, Semarang, Senin (19/10).

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Sudaryanto mengatakan dengan terbentuknya Kodam Mataram, total ada sepuluh kodim yang terpisah dari wilayahnya.

"Ada 10 kodim yang dipisah dengan Kodam Diponegoro. Itu keputusan pimpinan juga, lima dari Yogyakarta dan lima dari Jateng," kata Sudaryanto.

Kesepuluh kodim yang masuk wilayah Kodam Mataram ialah Kodim 0706/Temanggung, Kodim 0707/Wonosobo, Kodim 0708/Purworejo, Kodim 0729/Bantul, Kodim 0730/Gunungkidul, Kodim 0731/Kulonprogo, Kodim 0732/Sleman, Kodim 0734/Yogyakarta, Kodim 0723/Klaten, Kodim 0728/Wonogiri.

Dengan adanya pemisahan wilayah antara Kodam Diponegoro dengan Kodam Mataram, Sudaryanto mengatakan, ke depan lebih fokus melaksanakan penataan wilayah, pertahanan dan keamanan.

"Jadi penataan juga sekaligus memperkuat sistem keamanan," ujar dia.

Tidak cuma fokus penataan wilayah, Sudaryanto berjanji juga melanjutkan program ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air. "Jadi itu strategi yang kita lakukan," kata dia.

Sementara itu, Mayjen TNI Achiruddin yang berpindahnya tugas menjadi Wakaster TNI menyebut keberhasilan pelaksanaan program kerja dan anggaran, serta dukungan terhadap program pemerintah di daerah, tidak terlepas dari kontribusi seluruh jajaran.

"Saya berpesan kepada para prajurit di sini supaya dedikasi kerjasama juga harus diberikan ke pejabat yang baru," tutup dia.

Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Sudaryanto usai apel penyerahan satuan di Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Senin (19/10). (merdeka.com/istimewa).
Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Sudaryanto usai apel penyerahan satuan di Makodam IV/Diponegoro, Semarang, Senin (19/10). (merdeka.com/istimewa).

Dasar Pemisahan Kodim

Kodam XXVI/Mataram merupakan komando kewilayahan TNI Angkatan Darat yang dibentuk dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Kodam XXVI/Mataram dipimpin oleh Mayjen TNI Drajad Brima Yoga sebagai Panglima Kodam (Pangdam) pertama.

Pembentukan Kodam XXVI/Mataram merupakan bagian dari penataan organisasi TNI Angkatan Darat dalam rangka memperkuat struktur komando kewilayahan. Penataan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas pertahanan negara melalui pengorganisasian wilayah komando yang lebih terstruktur.

Pembagian wilayah komando tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas koordinasi pertahanan dan keamanan serta mendukung pelaksanaan tugas sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Markas Kodam XXVI/Mataram direncanakan berlokasi di Kelurahan Sidoluhur, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam masa transisi, markas Korem 072/Pamungkas yang berada di Kota Yogyakarta direncanakan digunakan sebagai lokasi operasional sementara hingga markas permanen siap difungsikan.

 

Rekomendasi