Tikus sering disamakan dengan curut, padahal keduanya berasal dari kelompok hewan yang berbeda dan berdampak berlainan bagi kesehatan manusia. Penjelasan ini disampaikan Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian IPB University, Dr Swastiko Priyambodo.
Menurutnya, memahami perbedaan keduanya penting agar penanganan di lingkungan rumah dilakukan tepat sasaran dan risiko penyakit bisa diantisipasi. Penjelasan yang ia sampaikan merujuk informasi IPB University.
Secara taksonomi, tikus masuk ordo Rodentia (hewan pengerat) dengan pola makan omnivora, terutama serealia. Sementara curut berada dalam ordo Insectivora, dengan pakan utama serangga dan cacing tanah. Perbedaan ordo ini berimplikasi pada kebiasaan makan dan peran keduanya di ekosistem sekitar permukiman.
Dilihat dari fisik, tikus umumnya berekor panjang dengan moncong yang sedang dan proporsional. Adapun curut memiliki ekor lebih pendek dan moncong relatif lebih panjang. Perbedaan ini sering luput dari perhatian orang awam karena bentuk tubuhnya sekilas serupa.
Di lingkungan rumah, jenis tikus yang lazim ditemui adalah tikus rumah Rattus tanezumi, sedangkan curut yang sering dijumpai dikenal sebagai curut rumah Suncus murinus. Keduanya merupakan spesies berbeda dengan kebiasaan yang tidak sama.
"Habitat tikus rumah di para-para atau langit-langit, sedangkan habitat curut rumah di permukaan tanah atau lantai," kata Dr Swastiko Priyambodo.
Selain tikus rumah, masyarakat juga kerap menjumpai mencit rumah Mus musculus yang berukuran lebih kecil. Masih dalam ordo Rodentia ada pula tikus got Rattus norvegicus yang tubuhnya lebih besar. Mencit rumah, tikus rumah, dan tikus got termasuk rodensia kosmopolit, yakni hewan pengerat dengan sebaran luas di berbagai benua. Penyebarannya mengikuti mobilitas manusia.
Dari sisi kesehatan, tikus diketahui dapat menjadi pembawa sejumlah penyakit yang bisa menular ke manusia. Dr Swastiko menyebut di antaranya pes, leptospirosis (akibat paparan urine tikus), dan hantavirus.
Sebaliknya, curut tidak membawa penyakit seperti yang dibawa tikus. Karena itu, mengenali dengan benar hewan yang ditemukan di rumah menjadi langkah awal yang penting sebelum menentukan cara penanganan.
Jika menemukan tikus, curut, maupun mencit rumah, penangkapan bisa menggunakan perangkap berperekat atau glue trap. Penanganan lanjutan sebaiknya dilakukan hati-hati untuk menghindari kontak langsung dengan hewan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214032/original/067657500_1746709235-hot-ginger-tea-table_1150-28420.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3990017/original/053057400_1649479346-omurden-cengiz--G2iJF_aUws-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376011/original/005206300_1792293410-pertasindo.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3567730/original/023724300_1631266263-20210910-Game-Online-China-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9372937/original/010628000_1791927629-Untitled.jpg)