Bukan Cuma Fasilitas, Ini Pentingnya Kerangka 5M untuk Ketahanan Kesehatan Indonesia

PERTASINDO dorong penguatan ketahanan kesehatan nasional lewat kerangka 5M. Abaikan satu elemen, sistem bisa gagal.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Bukan Cuma Fasilitas, Ini Pentingnya Kerangka 5M untuk Ketahanan Kesehatan Indonesia
Bukan Cuma Fasilitas, Ini Pentingnya Kerangka 5M untuk Ketahanan Kesehatan Indonesia

 

Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) bersiap menggelar The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA) pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini dihadirkan untuk memacu penguatan sistem ketahanan kesehatan nasional melalui integrasi kerangka lima elemen utama atau 5M.

Kerangka 5M tersebut mencakup sumber daya manusia (man), pembiayaan (money), material (material), teknologi dan peralatan (machine), serta metode kerja (methods).

Ketua PERTASINDO Mayjen (Purn) Dr. dr. Dian Andriani Ratna Dewi Sp.DVE, M.Biomed., MARS menegaskan bahwa kelima elemen tersebut saling terikat dan tak bisa dipisahkan satu sama lain.

"Kelima elemen ini berkaitan satu sama lain, apabila mengabaikan salah satu elemen maka akan menggagalkan upaya mewujudkan sistem ketahanan kesehatan nasional yang memadai bagi masyarakat luas,” kata Dian dikutip Antara, Minggu (18/10).

Mengusung tema Advancing Health Resilience Through the 5M Framework: Man, Money, Material, Machine, and Methods, Dian menjelaskan bahwa memperkokoh ketahanan kesehatan tidak cukup sekadar menambah fasilitas atau menyuntikkan inovasi teknologi. Diperlukan ekosistem utuh yang memadukan SDM berkualitas, skema pembiayaan berkelanjutan, hingga metode kerja yang terstruktur. Seluruh pemangku kepentingan pun didorong untuk menyelaraskan kelima fondasi ini.

Perluas Kolaborasi dan Pengalaman

Sementara itu, Ketua Panitia SIERA Kolonel (Purn) Dr. dr. Agus Sutarman, Subsp.Onk(K), S.H., M.H., MARS mengungkapkan bahwa gelaran simposium tahunan ketiga ini menjadi momentum berharga untuk memperluas kolaborasi dan berbagi pengalaman. 

"Penyelenggaraan SIERA untuk ketiga kalinya menunjukkan semangat kolaborasi yang semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring, mendorong pertukaran pengetahuan, serta menghasilkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat mendukung kemajuan kesehatan Indonesia," kata Agus.

Selama tiga hari, perhelatan ini mempertemukan berbagai kalangan mulai dari regulator, praktisi kesehatan, akademisi, peneliti, hingga komunitas medis militer.

Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir dalam forum strategis ini, antara lain Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunawan Sadikin, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen (Purn) Dr. dr. Prihati Pujowaskito.

Rekomendasi