Gigitan ular berbisa merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Namun, upaya memberikan pertolongan pertama yang keliru justru dapat memperburuk kondisi korban.
Mulai dari menyayat bagian tubuh yang tergigit hingga mengikuti saran pengobatan yang belum terbukti secara medis, sejumlah praktik masih dilakukan masyarakat karena dianggap dapat mengatasi efek racun ular.
Dokter spesialis emergensi dan konsultan toksikologi, dr. Tri Maharani, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengikuti saran penanganan gigitan ular yang beredar di YouTube maupun praktik tradisional yang tidak sesuai dengan rekomendasi medis.
Peringatan tersebut disampaikan Tri dalam sesi pemaparan dan demonstrasi pertolongan pertama pada The 3rd Symposium of Indonesian Health Resilience Association (SIERA), yang digelar Perkumpulan Ketahanan Kesehatan Indonesia (PERTASINDO) di Hermina Grand Ballroom, Rabu (21/10/2026).
Lantas, mengapa penanganan awal gigitan ular harus dilakukan dengan benar, dan apa yang sebaiknya dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tersebut?
Advertisement
Mengapa korban gigitan ular tidak boleh banyak bergerak?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379321/original/047113400_1792588343-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_20.04.38.jpeg)
Salah satu hal penting dalam pertolongan pertama gigitan ular berbisa adalah membatasi pergerakan bagian tubuh yang terkena gigitan. Langkah ini dikenal sebagai imobilisasi.
Tri menjelaskan, racun ular dapat menyebar melalui jaringan tubuh. Pada jenis gigitan tertentu, pergerakan dan kontraksi otot berpotensi mempercepat penyebaran racun. Karena itu, mengurangi pergerakan bagian tubuh yang tergigit menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan awal.
"Jadi caranya adalah dengan membuat kontraksi otot-otot itu diminimalisir dengan cara imobilisasi," ujar Tri.
Imobilisasi dilakukan dengan menjaga bagian tubuh yang tergigit tetap stabil agar tidak banyak bergerak. Jika gigitan terjadi pada tangan atau kaki, bagian tersebut dapat ditopang menggunakan bidai atau benda lain yang cukup kokoh.
Dalam demonstrasinya, Tri memperlihatkan penggunaan bidai untuk membantu menjaga posisi bagian tubuh korban. Apabila peralatan medis tidak tersedia, masyarakat dapat memanfaatkan benda yang sesuai, seperti kayu, sebagai penopang sementara.
Korban juga sebaiknya tidak dipaksa berjalan sendiri, terutama jika gigitan terjadi pada kaki. Membatasi aktivitas korban membantu mengurangi pergerakan otot pada bagian tubuh yang terdampak.
Advertisement
Apa saja kesalahan pertolongan pertama yang perlu dihindari?
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379322/original/053590200_1792588343-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_20.04.36__1_.jpeg)
Kesalahan penanganan dapat terjadi ketika masyarakat lebih mengandalkan informasi yang belum terverifikasi daripada rekomendasi medis.
"Orang lebih mendengarkan cerita-cerita di YouTube," kata Tri.
Dia mencontohkan beberapa praktik yang tidak dianjurkan, antara lain memberikan air panas atau dingin pada bagian yang tergigit, menyayat luka gigitan, serta melakukan tindakan lain yang tidak sesuai dengan rekomendasi medis.
Praktik-praktik tersebut tidak boleh dianggap sebagai cara untuk menetralkan racun ular. Sebaliknya, tindakan yang tidak tepat dapat menimbulkan cedera tambahan dan menghambat penanganan medis yang diperlukan.
Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam memilah informasi pertolongan pertama, terutama yang berasal dari video, cerita pengalaman pribadi, atau pengobatan tradisional tanpa dasar medis yang jelas.
Advertisement
Apakah gigitan ular harus dibalut dengan kencang?
Tidak semua penanganan gigitan ular dapat dilakukan dengan cara yang sama. Penggunaan balutan elastis, misalnya, tidak boleh diterapkan sembarangan.
Menurut Tri, penanganan perlu mempertimbangkan jenis racun ular dan dampaknya terhadap jaringan tubuh. Dengan demikian, teknik yang sesuai untuk kondisi tertentu belum tentu tepat untuk jenis gigitan lainnya.
Perbedaan tersebut menjadi alasan penting mengapa masyarakat sebaiknya tidak menerapkan teknik pembalutan atau metode pertolongan tertentu hanya berdasarkan informasi umum di internet.
Langkah awal yang perlu diperhatikan adalah membatasi pergerakan bagian tubuh yang tergigit, menjaga korban tetap tenang, dan segera mencari bantuan medis. Penanganan lebih lanjut harus disesuaikan dengan kondisi pasien serta dugaan jenis gigitan.
Advertisement
Apakah semua korban gigitan ular membutuhkan antibisa?
Antivenom atau antibisa ular merupakan salah satu terapi medis untuk menangani efek racun ular tertentu. Namun, pemberiannya tidak cukup hanya didasarkan pada adanya bekas gigitan.
Tri menekankan bahwa keputusan pemberian antibisa perlu mempertimbangkan indikasi klinis dan kondisi pasien. Tenaga medis harus menilai tanda dan gejala yang muncul untuk menentukan penanganan yang sesuai.
Artinya, tidak semua kasus dapat ditangani dengan pendekatan yang sama. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menilai risiko, memantau perkembangan kondisi korban, dan menentukan apakah antibisa atau tindakan lain dibutuhkan.
Tri juga menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas, dalam memberikan pertolongan awal sebelum pasien memperoleh penanganan lanjutan. Ketersediaan peralatan yang memadai dapat membantu tenaga kesehatan menangani korban dengan lebih baik.
Advertisement
Apa yang sebaiknya dilakukan setelah seseorang digigit ular?
Ketika seseorang mengalami gigitan ular, prioritasnya adalah menghindari tindakan yang berisiko dan segera mendapatkan pertolongan medis.
Beberapa langkah awal yang perlu diperhatikan meliputi:
-Batasi pergerakan korban. Bantu korban tetap tenang dan hindari aktivitas yang tidak diperlukan.-Stabilkan bagian tubuh yang tergigit. Jika memungkinkan, gunakan bidai atau penopang yang sesuai agar bagian tersebut tidak banyak bergerak.-Jangan menyayat atau mencoba mengobati luka dengan cara yang tidak dianjurkan. Hindari pula mengikuti saran pengobatan yang belum terverifikasi.-Jangan memaksa korban berjalan sendiri. Upayakan bantuan untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan.-Segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala memburuk sebelum meminta bantuan.
Langkah-langkah tersebut merupakan pertolongan awal, bukan pengganti pemeriksaan dan perawatan oleh tenaga medis. Penanganan lebih lanjut tetap diperlukan untuk menilai dampak gigitan dan menentukan terapi yang sesuai.
Advertisement
Mengapa edukasi gigitan ular penting?
Edukasi pertolongan pertama yang tepat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan risiko pertemuan dengan ular.
Pengetahuan yang benar mengenai pertolongan pertama dapat membantu masyarakat menghindari tindakan yang justru membahayakan korban. Hal ini penting terutama bagi warga yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan risiko pertemuan dengan ular.
Di sisi lain, kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi bagian penting dalam penanganan kasus gigitan ular. Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya perlu memiliki kemampuan serta peralatan yang memadai untuk memberikan pertolongan awal dan merujuk pasien apabila dibutuhkan.
Peringatan dr. Tri Maharani menegaskan bahwa penanganan gigitan ular tidak seharusnya didasarkan pada mitos atau informasi yang belum teruji. Membatasi pergerakan bagian tubuh yang tergigit, menghindari tindakan berisiko, dan segera mencari pertolongan medis merupakan langkah penting untuk membantu korban memperoleh penanganan yang tepat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4132502/original/016758000_1661224670-avinash-uppuluri-pAgXv4W1Iu0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9369554/original/075260600_1791528713-daily-nouri-D37STEwmyqY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9301101/original/078119100_1784438226-pexels-shiau-tung-su-2160862723-37049841.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9375675/original/024616400_1792207272-WhatsApp_Image_2026-10-17_at_10.13.52.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371919/original/008702900_1791854435-000_D2Z484J.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3271648/original/098569700_1603099779-cute-3284412_1920.jpg)