Langkah yang Harus Dilakukan jika Anak Telanjur Minum Vitamin Palsu

Produksi ilegal vitamin sirup di Lampung terungkap. Dokter IPB menjelaskan langkah jika terlanjur minum vitamin diduga palsu.

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria- Reporter
Langkah yang Harus Dilakukan jika Anak Telanjur Minum Vitamin Palsu
Ilustrasi vitamin sebagai salah satu pilihan untuk mendukung wellness, menjaga energi, dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. (foto:unsplash)

Bareskrim Polri pada awal Oktober 2026 mengungkap sarana produksi ilegal vitamin sirup di Lampung. Temuan ini berkaitan dengan peredaran vitamin anak palsu yang dijual secara online dengan kisaran harga Rp 50.000. Masyarakat diimbau lebih waspada saat membeli vitamin, terutama melalui kanal daring.

Bila terlanjur mengonsumsi vitamin yang diduga palsu, masyarakat disarankan segera menghentikan konsumsi dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan meski belum merasakan keluhan apa pun. Saran ini bertujuan mencegah risiko yang tidak terlihat sejak awal.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Sulpiana, MBiomed, mengingatkan kemudahan belanja online harus diimbangi kewaspadaan terhadap keaslian produk kesehatan. Produk palsu dapat mengandung bahan aktif yang tidak sesuai, tidak mengandung bahan aktif sama sekali, atau justru mengandung zat berbahaya.

Sulpiana menekankan bahwa dampak konsumsi vitamin palsu bervariasi, tergantung kandungan produk, jumlah dan frekuensi konsumsi, serta kondisi kesehatan masing-masing orang. Ia mengingatkan, gejala tidak selalu muncul segera setelah konsumsi.

Ia menegaskan pentingnya tidak bergantung pada ada atau tidaknya keluhan sebagai penentu aman atau tidaknya suatu produk. "Tidak munculnya keluhan bukan berarti produk tersebut aman," tegas Sulpiana.

Jika sudah mengonsumsi produk vitamin yang diragukan keasliannya, hentikan pemakaian tanpa menunggu habis. "Jangan mencoba menghabiskan produk hanya karena masih tersisa atau karena sudah mengeluarkan biaya untuk membelinya," kata Sulpiana mengutip laman IPB.

Simpan kemasan produk, nomor bets, dan bukti pembelian untuk memudahkan penelusuran oleh tenaga kesehatan maupun pihak berwenang. Catat pula waktu dan jumlah konsumsi, termasuk keluhan yang timbul setelahnya.

Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain mual, muntah, diare, ruam, gatal, pusing, dan tubuh lemas. Jika muncul gejala berat seperti sesak napas, pembengkakan lidah atau tenggorokan, kejang, penurunan kesadaran, atau nyeri perut hebat, segera cari pertolongan medis. "Jangan menunggu sampai gejala memburuk untuk mencari pertolongan," tegasnya.

Konsultasikan kondisi kepada tenaga kesehatan agar dokter dapat menilai perlunya pemeriksaan atau penanganan lanjutan sesuai kondisi masing-masing. Sulpiana juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan muntah atau melakukan detoksifikasi tanpa petunjuk tenaga kesehatan.

Rekomendasi