Info Terbaru: Program Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026

Pemerintah memperpanjang Bantuan Pangan Beras sampai Desember 2026. Airlangga memaparkan arahan Presiden, Bulog menyiapkan stok dan distribusi. Simak rinciannya

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Info Terbaru: Program Bantuan Pangan Beras Berlanjut hingga Akhir 2026
Pemerintah melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026. Bansos beras ini disalurkan melalui Bulog. (Dok Bulog)

Pemerintah memutuskan melanjutkan program Bantuan Pangan Beras hingga akhir 2026 atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi sekaligus menjaga daya beli keluarga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah juga membahas kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino serta berbagai program bantuan untuk masyarakat.

Ia menulis, "Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini," jelas dia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2026).

Airlangga menegaskan program Bantuan Pangan Beras menjadi salah satu yang diperintahkan Presiden untuk diteruskan. "Salah satu program yang mendapat arahan Presiden untuk diteruskan adalah Bantuan Pangan Beras. Arahan Bapak Presiden itu (bantuan beras) dilanjutkan di bulan-bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember," kata Airlangga.

Sebelumnya, bantuan pangan beras diberikan kepada sekitar 33,2 juta keluarga penerima dalam kategori desil 1 hingga desil 4, dengan alokasi 10 kilogram per bulan per keluarga. Untuk periode hingga September 2026, penyaluran dilakukan secara rapel sehingga penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Perum Bulog menyatakan siap menyalurkan Bantuan Pangan Beras untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.

Bulog Siapkan Stok dan Distribusi

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keputusan pemerintah melanjutkan Bantuan Pangan Beras menunjukkan perhatian besar terhadap masyarakat yang membutuhkan.

"Arahan Bapak Presiden menunjukkan keberpihakan dan perhatian yang sangat besar kepada masyarakat yang membutuhkan. Dari sisi stok, Bulog sangat siap untuk kembali menyalurkan Bantuan Pangan Beras alokasi Oktober hingga Desember." kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Bulog akan mengoptimalkan sumber daya dan jaringan operasional untuk memastikan proses penyaluran berjalan lancar. Kesiapan ini ditopang stok beras pemerintah serta jaringan pergudangan Bulog yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengalaman Bulog dalam melaksanakan penugasan pangan nasional menjadi modal dalam pelaksanaan program.

Rizal memastikan beras yang disiapkan untuk bantuan tetap memperhatikan kualitas, sekaligus efektivitas distribusi kepada masyarakat yang berhak menerima. Dengan demikian, Bulog tidak hanya bertugas menyediakan stok, tetapi juga memastikan bantuan menjangkau penerima secara tepat sesuai amanah pemerintah.

Ketahanan Pangan dan Daya Beli Keluarga

Kelanjutan Bantuan Pangan Beras hingga Desember 2026 menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketahanan pangan sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Program ini diharapkan membantu keluarga penerima memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Bantuan beras juga menjadi instrumen pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat ketika terdapat potensi tekanan ekonomi maupun gangguan terhadap produksi dan ketersediaan pangan.

Potensi fenomena El Nino turut diperhitungkan dalam penyiapan kebijakan pangan. Kondisi cuaca dapat memengaruhi sektor pertanian dan pada akhirnya berdampak pada ketersediaan bahan pangan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

Sebagai perusahaan pangan negara, Bulog menyatakan komitmennya menjalankan penugasan pemerintah secara profesional dan tepat sasaran. Kekuatan stok beras pemerintah serta jaringan distribusi yang luas diharapkan mendukung kelancaran program.

Bulog juga akan terus mendukung kebijakan pangan pemerintah dengan memastikan ketersediaan beras dan memperluas jangkauan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.

Dengan berlanjutnya bantuan hingga Desember, pemerintah berharap perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan tetap terjaga hingga penghujung 2026.

Rekomendasi