Tapanuli Selatan Catat Serapan Gabah 231,37 Ton hingga Juni 2026, Perkuat Ketahanan Pangan

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil menyerap 231,37 ton gabah dari petani hingga Juni 2026, sebuah upaya penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah meskipun menghadapi tantangan pasca-bencana.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tapanuli Selatan Catat Serapan Gabah 231,37 Ton hingga Juni 2026, Perkuat Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berhasil menyerap 231,37 ton gabah dari petani hingga Juni 2026, sebuah upaya penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah meskipun menghadapi tantangan pasca-bencana. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mencatat capaian signifikan dalam penyerapan gabah dari petani. Hingga Juni 2026, total gabah yang berhasil diserap mencapai 231,37 ton. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel, Taufik Batubara, menjelaskan bahwa gabah tersebut berasal dari petani di tiga kecamatan utama. Koordinasi erat dengan Bulog dan pihak terkait terus dilakukan untuk memastikan penyerapan gabah petani berjalan optimal.

Meskipun menghadapi sejumlah tantangan, terutama pasca-bencana yang melanda, upaya penyerapan gabah ini menjadi krusial. Pemkab Tapsel bertekad untuk mendukung pemulihan sektor pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan lokal.

Detail Capaian Serapan Gabah di Tapanuli Selatan

Taufik Batubara merinci asal gabah yang berhasil diserap oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari Kelurahan Pintu Padang II, Kecamatan Batang Angkola, sebanyak 62.487 kilogram gabah telah diserap.

Sementara itu, Kelurahan Aek Nauli menyumbang 77.000 kilogram, dan Kelurahan Pargarutan Julu, Kecamatan Angkola Timur, mencatat serapan sebesar 7.890 kilogram. Kontribusi terbesar datang dari Kelurahan Aek Badak Julu, Kecamatan Sayur Matinggi, dengan 84.000 kilogram gabah.

Secara keseluruhan, total gabah yang berhasil diserap mencapai 231.377 kilogram atau setara dengan 231,37 ton. Angka ini menunjukkan komitmen Pemkab Tapsel dalam menyerap hasil panen petani lokal.

Tantangan dan Upaya Penguatan Ketahanan Pangan

Dinas Pertanian Kabupaten Tapsel terus berkoordinasi dengan Perum Bulog dan pemangku kepentingan terkait untuk mendorong penyerapan gabah petani. Upaya ini dilakukan di tengah berbagai tantangan yang ada di lapangan.

Salah satu tantangan utama adalah kerusakan lahan pertanian akibat bencana. Berdasarkan asesmen, seluas 1.380,5 hektare lahan sawah mengalami kerusakan.

Beberapa sentra produksi seperti Kecamatan Sipirok, Batang Angkola, dan Sayur Matinggi masih dalam proses reklamasi. Bahkan, di Kecamatan Batang Toru, sejumlah areal pertanian masih tertimbun material pasir sehingga belum bisa ditanami kembali.

Kerusakan ini berdampak langsung pada produksi padi dan mengurangi potensi gabah lokal yang dapat diserap pada musim panen tahun ini. Selain itu, kualitas dan kadar air gabah juga menjadi kendala, mengingat sebagian petani masih mengandalkan penjemuran konvensional yang bergantung pada cuaca.

Pemerintah daerah bersama Bulog dan pihak terkait terus mencari solusi agar gabah petani tetap terserap optimal, sekaligus mendukung pemulihan produksi pangan pasca-bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi