Uji Coba Ambulans Udara di Lampung, Prabowo Ungkap Rencana Operasional

Ambulans Udara diuji di Pesisir Barat, Lampung. Prabowo memaparkan rencana operasional untuk daerah sulit dijangkau.

Lizsa Egeham
Oleh Lizsa Egeham - Reporter
Uji Coba Ambulans Udara di Lampung, Prabowo Ungkap Rencana Operasional
Ambulans udara dan tim dokter terbang. (Ilustrasi by AI)

Pemerintah memulai uji coba Ambulans Udara melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan operasional program yang ditujukan untuk membantu masyarakat di wilayah terisolasi atau sulit diakses jalur darat.

Program tersebut diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan memastikan hambatan geografis dan keterbatasan infrastruktur tidak lagi menghalangi masyarakat memperoleh layanan kesehatan darurat.

Prabowo menjelaskan kemampuan wahana yang disiapkan untuk menunjang evakuasi medis di berbagai medan.

"Kita akan membuat ambulans udara, helikopter-helikopter dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai. Supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit," kata Prabowo, dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (28/9/2026).

Ia juga menyoroti kasus-kasus darurat kebidanan yang kerap terkendala akses fasilitas kesehatan sehingga membutuhkan waktu tempuh sangat lama.

"Banyak ibu-ibu yang meninggal, karena menempuh jalan tujuh jam sampai sembilan jam pada saat melahirkan. Akhirnya, banyak ibu yang meninggal karena tidak ada jalan yang baik," ungkap Prabowo.

22 RS Baru Rampung 2026, Ambulans Udara Disiapkan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut program Ambulans Udara disiapkan setelah pemerintah menuntaskan pembangunan 22 rumah sakit baru pada 2026 di sejumlah kabupaten/kota yang sebelumnya belum memiliki fasilitas tersebut.

Menurutnya, penguatan layanan kesehatan menjadi salah satu perhatian utama Presiden Prabowo. Kehadiran Ambulans Udara diharapkan memperluas jangkauan layanan hingga pelosok.

"Karena dalam kondisi darurat, waktu sangat berarti. Insyaallah negara akan terus hadir, hingga ke pelosok negeri. Memperpendek jarak, mempercepat pertolongan, dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa," pungkas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Rekomendasi