Militer Indonesia Selidiki Penembakan Festival Papua, Dua Warga Sipil Terluka

Militer Indonesia tengah menyelidiki insiden penembakan Festival Papua yang melukai dua warga sipil di dekat Festival Budaya Lembah Baliem, Papua Pegunungan, pada Sabtu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Militer Indonesia Selidiki Penembakan Festival Papua, Dua Warga Sipil Terluka
Penembakan oleh kelompok KKB Kodap III Ndugama di sekitar Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Walesi melukai dua warga sipil, memicu kecaman keras dari Kapendam. (AntaraNews)

Militer Indonesia tengah melakukan penyelidikan intensif terkait insiden penembakan di dekat Festival Budaya Lembah Baliem 2026 di Papua Pegunungan. Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Sabtu, 9 Agustus 2026, menyebabkan dua warga sipil mengalami luka tembak.

Juru Bicara Komando Daerah Militer Cenderawasih, Kolonel Tri Purwanto, mengonfirmasi bahwa penyelidikan awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata Kodap III Ndugama. Kedua korban kini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 12:50 waktu setempat ini diduga merupakan upaya untuk mengganggu jalannya festival budaya yang bertujuan mempromosikan pariwisata dan ekonomi lokal. TNI mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap warga sipil ini.

Kronologi dan Identitas Korban Penembakan Festival Papua

Penembakan terjadi pada hari Sabtu, 9 Agustus 2026, sekitar pukul 12:50 waktu setempat. Lokasi kejadian berjarak sekitar 500 meter dari pintu masuk area Festival Budaya Lembah Baliem, saat para korban tiba untuk menghadiri acara tersebut.

Juru Bicara Komando Daerah Militer Cenderawasih, Kolonel Tri Purwanto, menjelaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan kelompok bersenjata Kodap III Ndugama sebagai pelaku insiden ini. "Penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut menyebabkan dua warga sipil terluka," ujar Purwanto.

Para korban diidentifikasi sebagai Laode Muhammad (43) dan Salbia (50). Laode Muhammad menderita luka tembak di lutut, sementara Salbia mengalami luka tembak di paha kanan. Keduanya segera dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis dan saat ini masih dalam perawatan intensif.

Respon Militer dan Pengamanan Festival

Militer Indonesia mengutuk keras tindakan penembakan terhadap warga sipil yang tidak bersalah ini. Kolonel Tri Purwanto menegaskan komitmen TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Pegunungan.

"Kami mengutuk keras penembakan warga sipil dan akan memastikan kelompok ini tidak memiliki ruang untuk mengganggu keamanan publik," kata Purwanto. Pihak militer akan terus memperketat pengamanan di sekitar lokasi festival dan membatasi pergerakan kelompok bersenjata.

Peningkatan keamanan ini dilakukan setelah adanya indikasi bahwa serangan tersebut merupakan upaya untuk mengganggu Festival Budaya Lembah Baliem yang berlangsung selama dua hari. TNI bertekad untuk memastikan acara dapat berjalan dengan aman dan lancar, meskipun menghadapi tantangan keamanan.

Tujuan Festival dan Dugaan Motif Serangan

Festival Budaya Lembah Baliem 2026 diselenggarakan pada tanggal 7 dan 8 Agustus, dengan tujuan utama untuk meningkatkan perekonomian lokal dan mempromosikan pariwisata di Papua Pegunungan. Acara ini merupakan salah satu agenda penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada khalayak luas.

Kolonel Tri Purwanto menduga kuat bahwa serangan penembakan ini adalah upaya untuk mengganggu jalannya festival. "Serangan itu kemungkinan merupakan upaya untuk mengganggu festival dua hari tersebut setelah militer memperketat keamanan dan membatasi pergerakan kelompok bersenjata di daerah tersebut," jelas Purwanto.

Insiden penembakan Festival Papua ini menyoroti tantangan keamanan yang masih ada di beberapa wilayah Papua, meskipun upaya promosi budaya dan pariwisata terus digalakkan. Pihak berwenang berharap insiden serupa tidak terulang dan keamanan warga sipil dapat terjamin sepenuhnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi