Presiden Prabowo Subianto meminta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke depan dilakukan berbasis desa.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat desa dianggap memiliki keterikatan kuat dengan lingkungan dan sumber daya alam di sekitarnya.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/9/2026).
"Pak Presiden juga menegaskan bahwa pendekatan pencegahan ke depan itu berbasis pada pencegahan presisi berbasis desa. Jadi pencegahan presisi berbasis desa itu menunjukkan bahwa Pak Presiden percaya bahwa masyarakat desa memiliki sense of belonging yang sangat tinggi terhadap sumber daya yang ada di sekitarnya," kata Arif.
Menurut Arif, masyarakat desa juga dapat berperan dalam mencegah karhutla melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok tersebut nantinya akan direvitalisasi dan diperkuat agar menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan karhutla.
"MPA inilah yang akan diberdayakan, akan diperkuat. Masyarakat Peduli Api adalah kelompok masyarakat yang memang selama ini dianggap efektif. Oleh karena itu perlu diberdayakan, perlu direvitalisasi, namun yang menjadi kata kunci adalah desa menjadi tumpuan bagi pencegahan kebakaran hutan ke depan," jelasnya.
Selain penguatan berbasis desa, Arif mendukung pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.
Advertisement
Andalkan AI
BRIN, kata Arif, juga akan menyiapkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) untuk membantu mengantisipasi potensi karhutla sedini mungkin.
Tak hanya teknologi, pemerintah juga membahas solusi ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hidrologi gambut.
Arif menyebut terdapat sekitar 41 juta masyarakat yang hidup di kawasan tersebut sehingga aspek mata pencaharian juga perlu diperhatikan dalam pencegahan karhutla.
"Namun ada juga dibicarakan tentang solusi ekonomi. Jadi solusi ekonomi berkaitan dengan karena 41 juta masyarakat hidup di sekitar kawasan hidrologi gambut, sehingga kita juga perlu memikirkan mata pencaharian jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," tutur Arif.
BRIN juga menyiapkan sejumlah solusi teknologi untuk mendukung penanganan karhutla, di antaranya water injection, pompa di tingkat desa, dan bahan alternatif.