Dukungan BUMN untuk Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal, Ini Permintaan Mereka

BP BUMN dan perusahaan pelat merah menyerahkan tali kasih untuk keluarga 5 jurnalis dan 3 kru yang hilang di Selat Sunda. Keluarga sampaikan permintaan.

Alya Putri Agustina
Oleh Alya Putri Agustina - Reporter
Dukungan BUMN untuk Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal, Ini Permintaan Mereka
Keluarga dari lima jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di perairan dekat Gunung Anak Krakatau menerima santunan dukungan dari 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Liputan6/Arief Rahman)

BP BUMN bersama keluarga besar BUMN memberikan perhatian kepada keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Selat Sunda. Dukungan tersebut dimaksudkan untuk meringankan beban keluarga di tengah harapan agar proses pencarian dapat dibuka kembali.

Perhatian itu diwujudkan melalui kegiatan bertajuk "Pemberian Tali Kasih kepada Keluarga Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal" yang hilang kontak sejak 7 September 2026 saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Acara ini didukung berbagai perusahaan pelat merah, meliputi PERURI, AirNav, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, PELINDO, ASDP, Jasa Marga, PTPN, ANTARA, dan Antara ETP. Sejumlah jajaran direksi perusahaan-perusahaan tersebut hadir secara langsung.

Wakil Kepala II Badan Pengaturan BUMN, Tedi Bharata, menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud empati, kepedulian, penghormatan, serta solidaritas sosial dari keluarga besar BUMN terhadap keluarga korban.

"Tali kasih yang kami berikan pada sore hari ini tentu tidak akan menggantikan kehilangan yang dirasakan oleh keluarga korban. Kami hanya ingin berikhtiar untuk menyampaikan bahwa bapak ibu (keluarga korban) tidak sendirian dalam masa yang tidak mudah ini," kata Tedi Bharata saat menghadiri Pemberian Tali Kasih di Gedung BP BUMN, Kamis (24/9/2026).

Ia menegaskan profesi jurnalis memiliki peran penting dalam memudahkan masyarakat memperoleh informasi dan tetap berhadapan dengan risiko.

"Apa yang terjadi ini menjadi pengingat kita bahwa apa yang kita baca, foto yang kita lihat, yang mungkin kita asal swipe, ternyata proses pembuatannya tidak mudah, ada perjalanan, ada risiko," ucap Tedi Bharata.

Peran Jurnalis dalam Program BUMN

Tedi mengungkapkan program-program BUMN tidak akan tercapai dengan baik tanpa peran jurnalis dan media yang terus menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia berharap perhatian terhadap keselamatan jurnalis saat bertugas dapat terus diperkuat.

Sementara itu, Sri Damayanti, istri Ari Basuki, fotografer Merdeka.com yang menjadi salah satu dari lima jurnalis hilang kontak, menyatakan keluarga masih memiliki harapan agar proses pencarian dibuka kembali.

Merdeka.com dan Liputan6.com merupakan situs berita yang berada di bawah KLY.

"Saya dan semua keluarga korban berharap operasi dibuka kembali, karena jejak kapal juga belum ditemukan. Masih ada kemungkinan mereka terdampar di pulau, atau entah bagaimana. Selama mereka belum ditemukan, harapan kami masih ada bahwa keluarga kami masih mungkin survive," ungkap Yanti penuh harap.

Rekomendasi