McDonald's mengumumkan rencana investasi besar senilai US$ 8,5 miliar atau Rp 152 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.880) yang digelontorkan dalam satu dekade ke depan untuk memodernisasi restoran di seluruh dunia. Pengumuman disampaikan Rabu, 23 September 2026 waktu setempat.
Langkah ini diambil di tengah lalu lintas pengunjung yang cenderung stagnan di banyak pasar, termasuk Amerika Serikat. Perusahaan menargetkan perebutan pangsa pasar dari pesaing sekaligus peningkatan produktivitas.
"Para pemenangnya adalah perusahaan yang menciptakan lebih banyak permintaan dan memenuhinya dengan lebih efisien," kata Ketua sekaligus CEO McDonald's Chris Kempczinski dalam pertemuan investor di Chicago, AS, dikutip dari AP News, Kamis (24/9/2026).
Modernisasi yang dirancang mencakup otomasi lebih banyak tugas, seperti pengelolaan stok dan penjadwalan, serta pembenahan operasional dapur. Perubahan fisik akan menyasar loker pesanan antar, area penyiapan kopi, area bermain, hingga tata letak dapur.
Pada hari yang sama, saham McDonald's turun hampir 5 persen, penurunan harian terbesar sejak April 2025. Investor disebut terkejut oleh besarnya biaya pembenahan 46.000 gerai global perusahaan.
Dari sisi produk, McDonald's menyebut hand-breaded chicken atau ayam berlapis tepung manual mendorong penjualan dan penilaian kualitas. Menu ini sudah hadir di 10.000 restoran di Asia serta di sejumlah gerai dekat Chicago, dan pengujian akan diperluas ke lebih banyak pasar di AS dan Irlandia tahun depan. Perusahaan juga berencana menghadirkan sandwich, wrap ayam panggang, egg bites, hingga bowl di AS dan pasar lain.
Advertisement
Franchise McDonald's: Biaya Renovasi dan Dukungan
Presiden McDonald's USA, Skye Anderson, menyatakan sekitar 30 juta warga AS kini menggunakan obat penurun berat badan GLP-1. Riset perusahaan menunjukkan 60 juta warga AS mencari lebih banyak protein, yang dinilai sebagai peluang.
Di ranah teknologi, McDonald's mengembangkan sistem ArchIQ bersama Google. Salah satu komponennya, Archy, merupakan sistem pemesanan drive-thru berbasis AI yang mampu menerima pesanan dalam bahasa Spanyol dan Inggris dengan akurasi 90 persen.
Direktur Keuangan (CFO) Ian Borden menyebut Archy dapat memangkas setidaknya 50 jam kerja per pekan secara umum, meski bukan itu tujuannya.
Dengan otomasi, karyawan bisa lebih fokus pada aspek keramahan maupun tugas yang membutuhkan sentuhan manual seperti melapisi ayam dengan tepung. Pelatihan karyawan baru disiapkan berbasis pengalaman, menurut Chief People Officer Tiffanie Boyd.
Kempczinski menyinggung konsumen berpenghasilan rendah—rumah tangga AS dengan pendapatan US$ 45.000 (Rp 804,7 juta) atau kurang—yang masih membeli makanan cepat saji, meski tidak sesering dulu. McDonald's menggaet mereka melalui meal deal seharga US$ 5 atau Rp 89.413.
Bagi para franchisee di AS, biaya renovasi wajib biasanya mencapai US$ 450.000 atau Rp 8 miliar per dekade. Dalam rencana baru, mereka harus bertahap mengeluarkan tambahan US$ 800.000 atau Rp 14,3 miliar.
Borden menambahkan, McDonald's akan menanggung sebagian biaya melalui keringanan sewa dan dukungan modal, dengan investasi yang diterapkan bertahap. Setelahnya, efisiensi diperkirakan memberi manfaat arus kas sekitar US$ 100.000 atau Rp 1,79 miliar per tahun bagi rata-rata restoran AS.