Tegas, Malaysia Siap Gugat Israel ke ICJ Buntut Penyiksaan Relawan Global Sumud Flotilla
Amirudin Shari mengatakan pihaknya akan memulai proses hukum segera setelah pengacara menyelesaikan pengumpulan informasi dan barang bukti.
Sejumlah relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) diculik hingga disiksa tentara Israel saat menuju Gaza. Relawan dari sejumlah negara termasuk Malaysia.
Tidak terima ada warga negaranya diculik dan disiksa secara tidak berperikemanusiaan, Pemerintah Malaysia siap menggugat zionis Israel ke Mahkamah Internasional (ICJ), demikian dilaporkan media lokal pada hari Senin (25/5) dikutip Anadolu.
Kepala menteri negara bagian Selangor, Malaysia, Amirudin Shari mengatakan pihaknya akan memulai proses hukum segera setelah pengacara menyelesaikan pengumpulan informasi dan bukti pendukung, demikian dilaporkan Malay Mail.
Sebelumnya, 400 lebih relawan internasional di atas armada tersebut, yang bertujuan untuk menerobos blokade angkatan laut Israel di Gaza untuk mengirimkan bantuan, diserang dan ditahan oleh pasukan Israel pekan lalu di perairan internasional.
"Kami tidak akan tinggal diam, kami tidak akan berhenti. Sementara tim hukum mengumpulkan semua dokumentasi tentang pelanggaran hukum internasional, mereka (peserta flotilla) diculik lebih dari sekali, mereka disiksa," kata Amirudin saat berbicara pada upacara penyambutan kembali Global Sumud Flotilla 2.0 di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
"Kami akan membawa ini ke pengadilan internasional, kami akan melanjutkan tekanan diplomatik, dan kami juga akan berkeliling Malaysia," katanya.
Tekanan Diplomatik
Amirudin mengungkap bahwa langkah ini akan diikuti oleh tekanan diplomatik berkelanjutan dari pemerintah untuk menuntut 'pembebasan penuh' Gaza.
Amirudin mengatakan bahwa meskipun misi GSF 2.0 telah berakhir, komitmen Malaysia dan Selangor terhadap perjuangan Palestina akan terus berlanjut.
Bawa ke Konferensi Internasional
Ada rencana untuk membawa konferensi internasional terkait Palestina ke Malaysia di masa mendatang untuk memperkuat upaya advokasi, katanya.
Ia menambahkan bahwa Sumud 3.0 akan melanjutkan perjuangan hingga blokade terhadap Gaza dicabut.