Palestina
Topik Populer
Berita Utama
-
-
amerika serikat Kesaksian Tentara Israel: Kesenangan Membunuh Warga Gaza hingga Gencatan Senjata yang Dianggap Lelucon
-
-
-
-
-
berita update Kelompok Peretas Ungkap Identitas 69 Tentara Israel yang Tangkap dan Siksa Relawan Flotilla
-
anthony albanese Aktivis Gaza Tantang PM Anthony Albanese usai Disiksa Israel: Saya Ceritakan Kebiadaban Mereka!
-
global sumud flotilla Tegas, Malaysia Siap Gugat Israel ke ICJ Buntut Penyiksaan Relawan Global Sumud Flotilla
-
aljazeera Laporan Aljazeera: 51 Negara Kirim Senjata ke Israel Selama Genosida di Gaza, Ini Daftar 5 Negara Terbanyak
Berita Terbaru
Berita Populer
-
Demo di DPRD Solo, Mahasiswa Tuntut MBG Dihentikan dan Rupiah Distabilkan
-
Massa Aksi Belum Membubarkan Diri, Jalan MH Thamrin Masih Dipadati Demonstran
-
Polisi Ungkap Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo dari BEM UI
-
Pramono Tanggapi Aksi Mahasiswa: Silakan Sampaikan Aspirasi, Jangan Rusak Fasilitas Publik
-
Ini Alasan Bundaran HI Tak Diperkenankan Jadi Titik Demo
Berita Utama Lainnya
Selama periode Januari 2025 hingga saat ini, sedikitnya rata-rata satu anak Palestina meninggal dunia setiap pekan.
Israel menghancurkan leburkan Gaza. Bahkan, meski dalam kondisi gencatan senjata dengan Hamas, Israel tetap sama menyerang dan membunuhi warga Gaza.
Pernyataan Israel mengenai isu ini tidak sejalan dengan pendapat otoritas Palestina.
Tentara dan penembak jitu Israel menargetkan pria, wanita, dan anak-anak Palestina sepanjang lebih dari dua tahun genosida.
PKB sampaikan duka cita mendalam atas wafatnya putra pemimpin Hamas, Azzam al-Hayya, dan empat anaknya akibat serangan Israel. Ini menegaskan kembali dukungan kuat Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
Tentara zionis memaksa keluarga Palestina memindahkan makam anak mereka ke tempat lain.
CISFED mendesak Indonesia lebih asertif hadapi krisis kemanusiaan Gaza. Desakan ini muncul menyusul pelanggaran hukum internasional dan dampak langsung pada kepentingan WNI.
Hamas menegaskan praktik tersebut sebagai "kejahatan perang" dan mendesak segera intervensi dunia internasional.
Menurut laporan PBB, jumlah jurnalis yang tewas di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 mencapai 300 orang.
Meskipun sudah ada antisipasi, lokasi tindakan yang dilakukan oleh Israel ternyata tidak sesuai dengan perkiraan para aktivis.