Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim Hadirkan Makna Spiritual Yerusalem

Kurator foto senior Oscar Motuloh mengapresiasi Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim karya Muhammad Adimaja yang menghadirkan makna spiritual dan kemanusiaan Yerusalem, mengingatkan pesan perdamaian film "Kingdom of Heaven".

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim Hadirkan Makna Spiritual Yerusalem
Kurator foto senior Oscar Motuloh mengapresiasi Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim karya Muhammad Adimaja yang menghadirkan makna spiritual dan kemanusiaan Yerusalem, mengingatkan pesan perdamaian film "Kingdom of Heaven". (AntaraNews)

Pameran dan peluncuran buku foto jurnalistik "Ursyalim" karya pewarta foto ANTARA Muhammad Adimaja telah resmi dibuka di Museum ANTARA Heritage Center Jakarta. Acara ini menampilkan realitas visual Kota Suci Yerusalem yang kaya makna spiritual dan kemanusiaan. Kurator foto senior Oscar Motuloh menyoroti kedalaman karya Adimaja dalam merepresentasikan Yerusalem.

Oscar Motuloh menilai karya Adimaja memiliki kedekatan pesan perdamaian dengan film sejarah "Kingdom of Heaven", khususnya dialog ikonik antara Balian dari Ibelin dan Saladin. Pameran ini menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk lebih memahami dinamika sosial Palestina. Pembukaan acara dihadiri oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari dan Direktur Utama Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar.

Melalui sekitar 100 karya fotografi pilihan hasil liputan langsung Adimaja di Yerusalem pada Februari 2026, "Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim" ini bertujuan untuk mengenalkan realitas visual Kota Suci Palestina kepada masyarakat Indonesia. Pameran yang berlangsung hingga 29 Mei 2026 ini juga mengangkat pesan pelestarian warisan sejarah dan dorongan perdamaian di kawasan tersebut.

Menghadirkan Makna Spiritual Yerusalem

Oscar Motuloh, seorang kurator foto senior, memberikan apresiasi tinggi terhadap buku dan pameran foto jurnalistik "Ursyalim" karya pewarta foto ANTARA Muhammad Adimaja. Ia menggarisbawahi bagaimana karya-karya ini berhasil menghadirkan makna spiritual dan kemanusiaan Kota Yerusalem. Motuloh melihat adanya kedekatan pesan perdamaian yang kuat, serupa dengan pesan dalam film sejarah "Kingdom of Heaven".

Dalam sambutannya saat pembukaan pameran di Museum ANTARA Heritage Center Jakarta, Oscar Motuloh mengutip dialog ikonik dari film tersebut. Dialog antara Balian dari Ibelin dan Saladin, di mana Saladin menyatakan Yerusalem adalah "nothing" namun sekaligus "everything," menjadi analogi penting. Analogi ini, menurut Oscar, menggambarkan hubungan antara kefanaan duniawi dan keteguhan keyakinan manusia terhadap Kota Suci Yerusalem.

Yerusalem sendiri merupakan ruang spiritual bagi tiga agama besar dunia, sehingga karya Adimaja dinilai mampu memperlihatkan realitas visual dan dinamika sosial masyarakat Palestina. Pameran ini memungkinkan publik Indonesia untuk melihat lebih dekat kehidupan di sana. Peluncuran buku dan Pameran Foto Jurnalistik Ursyalim diharapkan dapat mengenalkan realitas visual Kota Suci Palestina kepada masyarakat Indonesia secara lebih mendalam.

Mengabadikan Realitas dan Harapan Perdamaian

Buku foto “Ursyalim” merangkum sekitar 100 karya fotografi pilihan yang merupakan hasil liputan langsung Muhammad Adimaja di Yerusalem pada Februari 2026. Foto-foto ini tidak hanya sekadar gambar, melainkan rekaman mendalam tentang kehidupan sosial, ruang ibadah, serta interaksi masyarakat. Semua ini terekam di tengah nilai sejarah yang kental dan konflik berkepanjangan yang melanda kawasan tersebut.

Melalui medium fotografi, pameran "Ursyalim" ini memiliki pesan yang lebih luas, yakni mengenai pelestarian warisan sejarah. Selain itu, pameran ini juga secara implisit mendorong terciptanya perdamaian di Palestina. Karya Adimaja menjadi jendela bagi audiens untuk merenungkan kompleksitas dan keindahan Yerusalem.

Kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A.K. Al-Sattari dan Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar pada acara pembukaan menunjukkan pentingnya inisiatif ini. Mereka turut menyaksikan bagaimana karya Adimaja mampu menjembatani pemahaman budaya dan spiritual antara Indonesia dan Palestina.

Akses Publik dan Diskusi Mendalam

Pameran "Ursyalim" dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya di Museum ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta. Masyarakat dapat mengunjungi pameran ini mulai tanggal 22 hingga 29 Mei 2026. Kesempatan ini memberikan akses luas bagi siapa saja yang ingin menyaksikan secara langsung karya-karya fotografi yang penuh makna.

Selain menikmati pameran, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk memperoleh buku foto "Ursyalim". Proses pembelian buku dapat dilakukan dengan mudah melalui pemindaian kode batang Dompet Dhuafa yang telah disediakan di lokasi acara. Ini juga menjadi cara untuk mendukung inisiatif kemanusiaan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Muhammad Adimaja dijadwalkan akan menggelar diskusi mengenai karya-karyanya dalam "Ursyalim". Diskusi ini akan diselenggarakan dalam acara bertajuk "Diskusi Taman Langit" di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta, pada Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19.00 WIB. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih dalam tentang proses kreatif dan pesan di balik setiap foto.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi