Temuan penggunaan minyak goreng bersubsidi MinyaKita di dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora menjadi perhatian pengelola program. Penggunaan bahan tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar operasional yang mewajibkan seluruh mitra menggunakan bahan baku berkualitas premium.
MinyaKita ditemukan digunakan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Pemilik SPPG Bogowanti, Sumining, membenarkan dapurnya sempat menggunakan MinyaKita untuk mengolah menu MBG. Menurut dia, minyak goreng tersebut diperoleh dari pemasok bahan pangan yang selama ini bekerja sama dengan pihaknya.
"Iya, kami memang menggunakan MinyaKita. Barangnya kami ambil dari supplier yang biasa memasok kebutuhan dapur," kata Sumining kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya dapur SPPG Bogowanti rutin menggunakan minyak goreng premium bermerek Sunco. Namun, mereka kemudian beralih setelah melihat sejumlah mitra penyedia MBG lain memakai produk yang sama.
"Awalnya kami selalu memakai Sunco. Tetapi setelah melihat beberapa mitra lain menggunakan MinyaKita, akhirnya kami ikut beralih," ujarnya.
Meski demikian, Sumining tidak menyebutkan mitra yang dimaksud. Ia mengatakan penggunaan MinyaKita baru dilakukan sejak Rabu pekan lalu.
Korwil Tegaskan Harus Gunakan Bahan PremiumKoordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Blora, Artika Diannita, menegaskan penggunaan minyak goreng bersubsidi dalam penyediaan menu MBG tidak sesuai dengan ketentuan program.
"Seharusnya tidak menggunakan MinyaKita. Standar kami jelas, bahan baku yang dipakai untuk memasak harus berkualitas premium agar mutu makanan tetap terjaga," tegas Artika.
Menurut dia, ketentuan tersebut dibuat untuk menjaga kualitas gizi, keamanan pangan, serta konsistensi menu yang diterima para peserta Program Makan Bergizi Gratis.
Karena itu, pihaknya akan memberikan pembinaan kepada mitra yang masih menggunakan bahan baku di luar standar.
"Kami akan memberikan pembinaan dan mengingatkan seluruh mitra agar kembali mematuhi ketentuan yang berlaku. Ke depan tidak boleh lagi menggunakan minyak goreng bersubsidi dalam proses memasak menu MBG," ujarnya.
Advertisement
Perketat Pengawasan
Pengawasan Akan DiperketatKepala SPPG Bogowanti, Putri, juga membenarkan MinyaKita sempat digunakan di dapur produksi. Namun, ia menegaskan penggunaannya hanya berlangsung beberapa hari.
"Memang sempat digunakan, tetapi baru beberapa hari," katanya.
Korwil SPPG Blora menyatakan temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur penyedia MBG. Langkah ini dilakukan agar seluruh mitra mematuhi standar bahan baku yang telah ditetapkan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.