Kepolisian mengungkap kronologi pembunuhan Mozza Axillia Gunarsa (18) dilakukan tersangka Mahendra Very Dwi Anggara (22) alias MDVA. Pembunuhan dilakukan Mahendra dengan cara mencekik leher korban saat di kamar indekos Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Pembunuhan itu setelah keduanya terlibat cekcok. Korban sudah tak berdaya langsung dimasukkan ke dalam karung lalu dibuang di Tol Jangli Semarang.
"Jadi pelaku dan korban terlibat cekcok dalam kamar kos," kata Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, Sabtu (5/9).
Terkait alasan adu mulut, kepolisian tidak merinci persoalan membuat keduanya cekcok.
"Dari interogasi awal, terduga itu mengakui bahwa telah terjadi cekcok antara terduga dengan orang hilang," kata Bodia.
Usai menghabisi, pelaku memasukkan korban ke dalam karung. Tubuh korban lalu dibawa menggunakan motor.
"Dimasukkan karung, korban dibawa dalam keadaan sudah tidak bernyawa naik motor korban," kata dia.
Tubuh korban kemudian dibuang di jurang Tol Jangli, Kota Semarang. Pelaku menunjukkan lokasi pembuangan korban setelah ditangkap.
"Pelaku ini menunjukkan lokasi di mana tubuh korban terakhir diletakkan yaitu di lereng Tol Jangli," ujar dia.
Pelaku menunjukkan tempat pembuangan jasad Mozza pada Kamis (3/9) malam. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pengambilan kerangka korban beserta barang bukti lain dilakukan Jumat (4/9).
"Kemarin siang kita laksanakan, setelah itu kita dibantu dengan Inafis Tabes, Polrestabes Semarang serta tim SAR karena posisi lereng curam, kita laksanakan evakuasi," kata Bodia.
Kerangka korban ditemukan dalam keadaan utuh. Baju dan jepit rambut korban juga turut ditemukan.
"Evakuasi itu kita mendapati satu kerangka utuh, masih utuh dari kepala sampai kaki dengan beberapa kain yang membalut badan," tutupnya.