Satu kali ledakan diduga berasal dari kebocoran gas elpiji menghancurkan area dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (13/8) malam. Kerasnya ledakan membuat sebagian bangunan mengalami kerusakan berat, sementara tiga orang teknisi mengalami luka bakar.
Ledakan terjadi saat sekitar sembilan relawan tengah mempersiapkan bahan baku makanan akan dimasak. Di waktu bersamaan, tiga teknisi diketahui sedang melakukan perbaikan instalasi gas elpiji di area dapur.
Satpam SPPG Medali, Bagianto mengatakan, ledakan hanya terjadi satu kali. Menurutnya, suara ledakan terdengar sangat keras hingga mengakibatkan kondisi bangunan langsung gelap.
"Meledaknya cuma satu kali. Ledakannya seperti barang jatuh," ujar Bagianto.
Saat ledakan terjadi, Bagianto mengaku berada di dalam kantor sehingga tidak mengetahui secara pasti kronologi awal kejadian. Namun, dia memastikan titik ledakan berada di area dapur.
Akibat ledakan tersebut, atap sejumlah ruangan, mulai dari dapur, ruang pemorsian, ruang rapat hingga kantor, dilaporkan ambruk. Sebagian bangunan juga terbakar di bagian atas.
"(Yang terbakar?) Atasnya ruangan omprengan dan pemorsian," kata dia.
Tiga teknisi berada paling dekat dengan sumber ledakan menjadi korban. Berdasarkan informasi yang diterimanya, ketiganya mengalami luka bakar serius, bahkan salah satu korban disebut mengalami kondisi paling parah.
"Kondisi tiga orang itu sekitar 80 persen terbakar semua, tapi yang lebih parah Pak Edi selaku yang punya gas," ujar Bagianto.
Petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan hingga kobaran api berhasil dikendalikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin memastikan proses pemadaman telah selesai dilakukan sehingga api tidak lagi menyebar ke bagian bangunan lainnya.
"Sudah berhasil dipadamkan," kata Rinaldi.
Advertisement
Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. BPBD masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan kepolisian.
Dari laporan sementara yang diterima BPBD, terdapat tiga korban yang menjalani perawatan di rumah sakit, terdiri dari satu orang mengalami luka bakar sekitar 50 persen dan dua lainnya mengalami luka ringan.
"Laporan yang masuk ke kami ada korban yang sedang dirawat di Rumah Sakit Sakinah, satu luka 50 persen, dua luka ringan. Untuk penyebab ledakan masih menunggu kepolisian," tandas Rinaldi.