Harga Emas Antam Turun Hari Ini 3 Oktober 2026, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam turun Rp 2.000 per gram pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Berikut harga dasar per ukuran dan konteks pergerakan emas dunia hari ini.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harga Emas Antam Turun Hari Ini 3 Oktober 2026, Cek Rinciannya
Pegawai menunjukkan emas batangan 24 karat di gerai Galeri 24, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (5/8/2021). Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk dijual lebih murah Rp 2.000 per gram pada hari ini ke posisi Rp 941 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga Emas Antam kembali melemah pada Sabtu (3/10/2026). Harga dasar 1 gram turun Rp 2.000 dibandingkan hari sebelumnya, sehingga produk logam mulia Antam hari ini dibanderol lebih murah.

Mengacu laman resmi logammulia.com, harga dasar emas batangan Antam saat ini berada di Rp 2.574.000 per gram. Sehari sebelumnya, Jumat (2/10/2026), harga tercatat Rp 2.576.000 per gram.

Selain harga jual (harga dasar), Antam juga menetapkan harga buyback atau harga beli kembali yang diterima pemilik saat menjual emasnya ke Antam. Umumnya, harga buyback bergerak searah mengikuti tren harga dasar.

Emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1/2026), dengan harga dasar Rp 3.168.000 per gram dan harga buyback Rp 2.989.000 per gram.

Harga Emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika harga emas dunia serta kondisi pasar harian.

Rincian harga dasar Emas Antam per Sabtu (3/10/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.337.000
  • 1 gram: Rp 2.574.000
  • 2 gram: Rp 5.088.000
  • 3 gram: Rp 7.607.000
  • 5 gram: Rp 12.645.000
  • 10 gram: Rp 25.235.000
  • 25 gram: Rp 62.962.000
  • 50 gram: Rp 125.845.000
  • 100 gram: Rp 251.612.000
  • 250 gram: Rp 628.765.000
  • 500 gram: Rp 1.257.320.000
  • 1.000 gram: Rp 2.514.600.000

Emas Global Melemah, Konteks Harga Emas Antam

Harga emas dunia melemah pada Jumat, 2 Oktober 2026 (Sabtu pagi waktu Jakarta), membalikkan kenaikan yang sempat muncul di awal sesi. Penguatan dolar Amerika Serikat dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) menekan kinerja aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga logam mulia ini berada di jalur penurunan mingguan.

Mengutip CNBC, Sabtu (3/10/2026), harga emas spot turun 0,8% menjadi US$ 4.145,68 per ons. Kontrak berjangka emas AS melemah 0,7% ke US$ 4.173,50 per ons.

Meski sempat turun tipis, dolar AS masih berada di jalur penguatan mingguan. Di sisi lain, imbal hasil Treasury tenor 10 dan 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2002 pada Kamis.

Emas sempat melonjak lebih dari 1% di awal sesi setelah data menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja AS pada September melambat melebihi perkiraan, sebelum akhirnya berbalik terkoreksi.

Laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat menyebut penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) hanya bertambah 29.000 bulan lalu, dengan revisi ke bawah untuk angka Agustus sebesar 133.000. Para ekonom dalam survei Reuters memproyeksikan kenaikan 90.000, setelah sebelumnya Agustus sempat dilaporkan melonjak 162.000.

Pandangan analis turut menyoroti kebijakan bank sentral AS yang masih ketat. "Para investor emas tampaknya belum ingin terburu-buru mengambil risiko, menyadari bahwa Bank Sentral AS (The Fed) masih cenderung mempertahankan sikap ketat (hawkish)," kata analis pasar utama di Bybit, Han Tan.

Ia menambahkan, "Dalam beberapa bulan ke depan, arah pergerakan harga emas akan sangat bergantung pada sejauh mana The Fed bersedia menoleransi potensi pelemahan pasar tenaga kerja, dengan fokus utama tetap pada upaya meredam inflasi AS."

Sejak Konflik AS–Iran, Harga Emas Susut 20%

Emas telah merosot lebih dari 20% sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari. Ekspektasi bahwa inflasi akibat konflik dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama menjadi salah satu pendorong pelemahan.

Data inflasi terbaru yang lebih rendah dari perkiraan, ditambah penolakan dari setidaknya dua pejabat tinggi The Fed terhadap kenaikan suku bunga pada Oktober, memperkuat keyakinan pasar bahwa bank sentral akan menahan suku bunga pada akhir bulan ini.

Menurut alat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga AS bulan ini kini sekitar 22%, turun tajam dari sekitar 70% pada awal pekan.

Di sisi teknikal, pandangan kehati-hatian masih dominan. "Prospek teknis pada grafik masih terlihat cukup buram, dan harga emas bisa merosot lebih dalam jika siklus kenaikan suku bunga kembali berlanjut," ujar analis di Marex, Edward Meir.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,1% menjadi US$ 60,17, platina melemah 1,9% ke US$ 1.692, dan paladium turun 0,4% ke US$ 1.166,25. Ketiganya berpotensi mencatatkan kerugian mingguan.

Rekomendasi