PGN Pastikan Tak Ada Gas Terdeteksi di Lokasi Ledakan Grand Polonia

PGN menegaskan penyebab ledakan belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil investigasi resmi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PGN Pastikan Tak Ada Gas Terdeteksi di Lokasi Ledakan Grand Polonia
Ledakan di perumahan Grand Polonia Medan (Foto: Reza Effendi/Liputan6.com)

PT PGN (Persero) Tbk memastikan tidak menemukan kandungan gas metana (gas bumi) di lokasi ledakan rumah di Kompleks Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara. Meski demikian, perusahaan menegaskan penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

Area Head PGN Medan Agus Kurniawan menyampaikan keprihatinan atas peristiwa yang terjadi pada Senin (20/7/2026) dan mengakibatkan sejumlah warga menjadi korban.

Agus mengatakan langkah pertama yang dilakukan PGN adalah mengamankan lokasi dengan menghentikan sementara penyaluran gas serta menerjunkan tim teknis dan tanggap darurat untuk memeriksa kondisi jaringan pipa di sekitar area kejadian.

Menurut dia, hasil pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas yang dilakukan bersama pihak berwenang menunjukkan tidak ada kandungan gas metana di lokasi.

"Pemeriksaan di lokasi, termasuk di lantai satu dan lantai dua rumah yang terdampak, menunjukkan angka 0 ppm atau tidak terdeteksi adanya kandungan gas metana (gas bumi)," ujar Agus.

Meski hasil deteksi menunjukkan nol ppm, PGN menegaskan penyebab ledakan belum dapat disimpulkan dan masih menunggu hasil investigasi resmi.

"Kami terus berkoordinasi dengan aparat dan instansi terkait untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses investigasi berlangsung," katanya.

 

Temuan Polisi

Sebelumnya, ledakan hebat menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Senin sekitar pukul 15.30 WIB. Dampak ledakan juga merusak enam hingga tujuh rumah di sekitar lokasi.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah di kawasan perumahan tersebut.

"Terjadi ledakan di Perumahan Grand Polonia yang berdasarkan hasil investigasi awal diduga dipicu kebocoran pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," ujar Calvijn.

Saat kejadian, enam orang berada di dalam rumah. Dua orang berhasil dievakuasi lebih dahulu, yakni kepala keluarga dan seorang balita yang kemudian dibawa ke rumah sakit.

Sementara itu, empat orang lainnya yang terdiri atas istri pemilik rumah dan tiga asisten rumah tangga (ART) sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Tim gabungan dari Polda Sumatera Utara, Brimob, Polrestabes Medan, TNI, dan Pemerintah Kota Medan terus melakukan proses evakuasi secara hati-hati sambil mengantisipasi potensi bahaya susulan di lokasi kejadian.

Rekomendasi